Dari bursa Asia (25/09), mayoritas indeks berhasil menguat, dipimpin oleh indeks Nikkei yang berhasil naik sebesar 1.76% ke level 17,880.51 ditengah rilisnya inflasi inti Jepan bulan Agustus yang turun menjadi -0.1% (YoY) dari sebelumnya 0.0%. Sementara indeks Shanghai kembali terkoreksi cukup signifikan yaitu sebesar 1.60% ke level 3,092.35
Sementara itu, menutup akhir pekan kemarin Bursa Wall Street ditutup mixed dengan kecenderungan melemah, dipengaruhi oleh pernyataan Gubernur The Fed Janet Yallen yang menekankan bahwa bank sentral AS tetap akan berencana menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini. Rilisnya data GDP growth AS kuartal II yang naik sebesar 3.9% atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar 3.7% nampaknya tidak mampu mengangkat pergerakan bursa AS untuk mayoritas berada di zona hijau. Indeks S&P 500 melemah sebesar 0.05% ke level 1,931.34, Nasdaq melemah 1.01% ke level 4,686.50, sedangkan indeks Dow Jones berhasil menguat sebesar 0.70% ke level 16,314.67.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak volatile dengan kecenderungan menguat terbatas. Secara teknikal MACD histogram semakin melemah dengan pergerakan indikator stochastic oscilator yang bergerak turun. MFI bergerak flat dan RSI masih melemah. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4150 β 4260.
(ang/ang)











































