Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penopang penguatan IHSG kemarin. Salah satu kebijakan pemerintah dalam paket ekonomi tahap II adalah memberikan potongan pajak atas deposito devisa hasil ekspor dinilai akan mendorong para eksportir untuk menyimpan devisa hasil ekspornya lebih lama di sistem perbankan dalam negeri. Apabila ini terjadi maka akan memberikan peluang penguatan rupiah atas dolar AS. Namun demikian pasar saham sepanjang September lalu melanjutkan tren bearish dengan koreksi hingga 6,34% melanjutkan koreksi bulan sebelumnya 6,10%. Sedangkan nilai tukar rupiah atas dolar AS sepanjang September anjlok hingga 4,5%.
Sementara itu bursa saham global tadi malam menutup akhir kuartal tiga berhasil rebound. Indeks Eurostoxx di zona Euro naik 2,34% di 3100,67. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street menguat masing-masing 1,47% dan 1,91% tutup di 16284,70 dan 1920,03. Harga minyak mentah naik tipis 0,29% di USD45,36/barel. Penguatan di Wall Street dipicu aksi window dressing pemodal menutup akhir 3Q15 dan rebound saham-saham berbasiskan teknologi dan bioteknologi setelah beberapa sesi terakhir tertekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































