Penguatan IHSG kemarin terutama ditopang faktor eksternal menyusul spekulasi ditundanya kenaikan tingkat bunga The Fed tahun ini setelah data tenaga kerja AS yang keluar akhir pekan lalu kurang menggembirakan. Kemungkinan The Fed menaikkan tingkat bunganya pada pertemuan Desember mendatang menurut survei turun pekan ini menjadi 33,4% dari pekan sebelumnya 43%. Sentimen global ini berdampak positif bagi pergerakan mata uang dan pasar saham emerging market kemarin. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin menguat hampir 1% di Rp14503/US dolar. Ini merupakan level terkuat rupiah dalam lima pekan terakhir.
Sementara Wall Street tadi malam kembali rally. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 1,85% dan 1,83% tutup di 16776,43 dan 1987,05. Selain dipicu redahnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga The Fed akhir tahun ini, rally di Wall Street turut ditopang ekspektasi rilis kinerja 3Q15.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG: S1 4310 S2 4270 R1 4370 R2 4420
Saham Pilihan
ASII 5250-5600 Buy, SL 5200
BMRI 7900-8500 Buy, SL 7800
BBRI 8800-9600 Buy, SL 8700
BBNI 4300-4500 Buy, SL 4250
WIKA 2850-3150 Buy, SL 2800
INTP 17600-19800 Buy, SL 17500
CTRA 870-975 Buy, SL 850
SMRA 1125-1250 Buy, SL 1120
PTPP 3650-3950 Buy, SL 3600
SMGR 9475-10500 Buy, SL 9400
(ang/ang)











































