Kiwoom Securities: IHSG Masih Bisa Positif

Kiwoom Securities: IHSG Masih Bisa Positif

Kiwoom Securities - detikFinance
Senin, 12 Okt 2015 08:12 WIB
Kiwoom Securities: IHSG Masih Bisa Positif
Jakarta - Mixed-nya bursa dunia dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG masih dalam tren penguatan dengan menembus beberapa level resistance minggu lalu. Penembusan pada level psikologis 4,600 akan kembali membuka peluang positif atau sebaliknya. Maka, kami memperkirakan IHSG masih akan berada di kisaran yang positif hari ini.

Β 

BBRI - Rencana buyback

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menganggarkan dana hingga Rp 2.5 Triliun untuk aksi buyback. Sesuai aturan yang berlaku, jumlah saham yang akan dibeli tidak lebih dari 20% dari modal yang disetor dan paling sedikit 7.5% dari saham yang beredar. BBRI telah menunjuk Bahana Securities sebagai perusahaan untuk melaksanakan aksi buyback. Buyback akan berlaksung selama tiga bulan sejak 12 Oktober 2015 hingga 12 Januari 2016. BBRI akan menggunakan dana buyback apabila harga saham turun dikarenakan volatilitas pasar. Dana buyback saham akan berasal dari kas internal dan nantinya saham yang sudah dibeli akan dibukukan sebagai treasury stock.

Β 

BLTA - Restrukturisasi utang

PT Berlian Laju Tanker (BLTA) akan menerima injeksi modal melalui skema private placement senilai US$ 10 Juta dari Elang Megah Inti (EMI) dan dua pemegang saham EMI: Benny Lucman dan Gideon Shem Chandra. Rencana tersebut ditargetkan dapat dilaksanakan paling lambat Februari 2016. Dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk modal kerja. Langkah private placement dilakukan untuk mendukung restrukturisasi utang BLTA dimana BLTA berencana melakukan debt-to-equity swap atas utang senilai US$ 1.03 Miliar dengan 11.93 miliar elmbar saham (46% saham). Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 17 November 2015.

Β 

GWSA - Fasilitas pinjaman

PT Greenwood Sejahtera (GWSA) melalui anak usahanya PT Trisakti Makmur Persada (TMP) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia senilai Rp 400 Miliar. Pinjaman tersebut memiliki tenor selama 5 tahun dengan bunga floating sebesar 13% per tahun. Sedangkan bunga trust receipt juga ditetapkan floating sebesar 5% per tahun. Dana pinjaman akan digunakan untuk ekspansi proyek Capital Square di Surabaya (Jawa Timur). Capital Square dibangun diatas lahan seluas 1,4 Ha yang terdiri atas apartemen, office tower, dan small office/home office (SOHO) yang terintegrasi dengan nilai investasi mencapai Rp 2 Triliun.

Β 

MEDC - Akuisisi aset Lundin Indonesia

PT Medco Energi Internasional (MEDC) mengakuisisi aset Lundin Indonesia Holding BV yang dimiliki sepenuhnya oleh Lundin Petroleum AB, perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dari Swedia. MEDC telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Lundin pada tanggal 8 Oktober lalu. Akuisisi meliputi aset-aset Lundin di Indonesia termasuk hak partisipasi non-operator di Blok Lematang, hak partisipasi operator di South Sokang dan Blok Cendrawasih VII serta Perjanjian Studi Bersama atas Blok Cendrawasih VIII. Finalisasi transaksi tersebut tengah menunggu persetujuan dari Pemerintah. Akuisisi tersebut akan menambah produksi gas MEDC dalam jangka panjang.

Β 

SMDR - Kontrak penyediaan LNG untuk PLTU

PT Samudera Indonesia (SMDR) mendapatkan kontrak penyediaan LNG senilai US$ 70 Juta untuk PLTU berkapasitas 2x30 MW milik PT Aneka Tambang (ANTM) di Pomalaa (Sulawesi Tenggara). Untuk tahap awal perseroan menyiapkan 1- 2 kapal, kendati perseroan berkomitmen dapat menyiapkan maksimal 6 kapal. Saat ini SMDR juga tengah mengikuti tender FSRU (Floating storage regasification unit) Pertamina dengan kontak satu kapalnya dapat mencapai US$ 200 Juta selama 20 tahun.

Β 

SRTG & TAXI - Pembatalan akuisisi

PT Saratoga Investama Sedaya (SRTG) mengumumkan pembatalan akuisisi PT Express Transindo Utama (TAXI) dari Rajawali Corpora setelah kedua belah pihak menandatangani perjanjian pengakhiran jual beli pada 7 Oktober 2015. Sebelumnya, kedua pihak menandatangani perjanjian jual beli pada 6 Juli 2015 dan Rajawali Corpora berencana menjual 1.09 miliar saham (51% saham) kepada tiga pihak: SRTG, PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) dan Golden Valley Advisors Inc. Manajemen SRTG mengungkapkan pengakhiran perjanjian jual beli disebabkan oleh kondisi pasar yang tidak kondusif dan tidak memungkinkan bagi para pihak melanjutkan rencana tersebut.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads