Kiwoom Securities: Investor Asing Mulai Jual Saham

Kiwoom Securities - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 08:14 WIB
Jakarta - Negatifnya Dow Jones dan relatif menguatnya bursa regional menjelang rapat penentuan BI Rate dapat mempengaruhi sentimen. IHSG terkoreksi cukup dalam dengan menembus beberapa support serta timbulnya minat jual asing pada hari Selasa. Penembusan pada support berikutnya masih akan membuka peluang pelemahan atau sebaliknya. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran yang negatif hari ini.

 

ELTY - Restrukturisasi utang

PT Bakrieland Development (ELTY) menawarkan opsi konversi utang menjadi asset kepada para kreditur atas equity-linked bond senilai total Rp 2.69 Triliun. Obligasi senilai US$ 155 Juta tersebut membayarkan kupon 8.625%, diterbikan oleh anak perusahaan, BLD Investment Pte. Ltd. pada 23 Maret 2010 yang jatuh tempo pada 23 Maret 2015 lalu. Total utang ELTY tercatat sebesar Rp 4.6 Triliun.

 

ERTX - Restrukturisasi utang

PT Eratex Djaja (ERTX) mendapat tambahan komitmen pinjaman sebesar US$ 6.4 Juta dari HSBC sehingga total pinjaman dari HSBC mencapai US$ 19.4 Juta. Dana tersebut akan dialokasikan untuk restrukturisasi utang.

 

KLBF - Joint venture

PT Kalbe Farma (KLBF) membentuk perusahaan patungan dengan Genexine Co Ltd, perusahaan asal Korea Selatan. Perusahaan joint venture tersebut bernama PT Kalbe-Genexine Biologics yang akan mengembangkan produk- produk biofarmasi. Untuk kepemilikan saham PT Kalbe-Genexine Biologics, KLBF memiliki 40% saham, sedangkan Genexine memiliki 60%. Perseroan telah mendatangani perjanjian pembentukan JV pada 12 Oktober 2015 dengan investasi awal sebesar Rp 130 Miliar.

 

PTBA - Hentikan kegiatan eksplorasi

PT Bukit Asam (PTBA) menghentikan eksplorasi tambang batubara sejak oktober 2015, hingga enam bulan kedepan. Saat ini perseroan memiliki pasokan batubara sebesar 9 miliar ton dengan perincian 7.29 miliar ton pasokan utama batubara dan 1.99 miliar ton cadangan batu bara. PTBA memastikan dengan penghentian eksplorasi tambang batubara tidak menggangu kinerja perseroan, karena pasokan batubara perseroan cukup untuk kebutuhan selama 40 tahun kedepan.

 

SMRA- Marketing sales 3Q 2015

PT Summarecon Agung (SMRA) membukukan marketing sales senilai Rp 3 Triliun hingga 3Q 2015 atau 66.6% dari target tahun ini yang mencapai Rp 4.5 Triliun. Kontribusi terbesar marketing sales diperoleh dari proyek Serpong yang menyumbang hingga 80% dan sisanya dari Summarecon Bekasi. Untuk mengejar kekurangan marketing sales tahun ini sebesar Rp 1.5 Triliun perseroan akan fokus pada proyek kota terpadu (township) Summarecon Bandung yang akan diluncurkan November mendatang. Perseroan menargetkan tambahan marketing sales dari proyek tersebut sebesar Rp 800 Miliar.

(ang/ang)