IHSG ditutup terperosok cukup dalam ke level 4,483.08 di mana pelemahan yang terjadi sebesar 3.19% atau 147.63 poin. Aksi profit taking ini dinilai sangat wajar pasca sudah naik cukup tinggi dan secara teknikal pun IHSG sudah masuk di area jenuh beli.
Selain itu, indeks sektoral pun hampir seluruhnya memerah, menambah sentiment negative pada perdagangan selasa kemarin. Pelemahan terdalam dialami oleh sektor misc industry yakni sebesar 7.24%. Hanya sektor agri yang mengalami kenaikan sebesar 0.07%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, indeks utama di bursa Wall Street juga mengalami pelemahan, di mana indeks Dow Jones turun 0.92%, indeks S&P 500 turun 0.47% dan indeks Nasdaq turun 0.29%. Kenaikan data retail sales bulan September dari 0.0% menjadi 0.1% tidak mampu mengangkat bursa Wall Street ke teritori positif.
Bursa Eropa juga mencatatkan hal yang sama dngan bursa Wall Street. Seluruh indeks berada di zona negative didorong oleh buruknya data industrial production bulan Agustus menjadi -0.5% dari sebelumnya 0.8%. Indeks FTRSE 100 melemah 1.15%, CAC 40 turun 0.74% dan DAX terjun sebesar 1.17%.
Kami perkirakan IHSG masih akan terkoreksi. Rilisnya data BI Rate serta neraca perdagangan Indonesia akan menjadi katalis penggerak IHSG hari ini. Secara teknikal, indicator Momentum dan RSI bergerak melemah. Selain itu, indicator Stochastic Oscillator juga bergerak melemah. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 4430-4530.
(ang/ang)











































