OSO Securities: BI Rate Jadi Katalis Penggerak IHSG

OSO Securities: BI Rate Jadi Katalis Penggerak IHSG

OSO Securities - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 08:33 WIB
OSO Securities: BI Rate Jadi Katalis Penggerak IHSG
Jakarta - Setelah gencar melakukan aksi beli lebih dari sepekan, kini investor asing lebih memilih melakukan aksi ambil untung dimana asing mencatatkan net sell sebesar Rp 345,61 miliar. Aksi ambil untung ini juga diikuti dengan menguatnya dollar terhadap rupiah pada perdagangan selasa kemarin yang kemudian memberikan dampak negative terhadap pergerakan IHSG.

IHSG ditutup terperosok cukup dalam ke level 4,483.08 di mana pelemahan yang terjadi sebesar 3.19% atau 147.63 poin. Aksi profit taking ini dinilai sangat wajar pasca sudah naik cukup tinggi dan secara teknikal pun IHSG sudah masuk di area jenuh beli.

Selain itu, indeks sektoral pun hampir seluruhnya memerah, menambah sentiment negative pada perdagangan selasa kemarin. Pelemahan terdalam dialami oleh sektor misc industry yakni sebesar 7.24%. Hanya sektor agri yang mengalami kenaikan sebesar 0.07%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rilisnya data inflasi China bulan September yang mengalami penurunan dari 0.5% menjadi 0.1%, menghidupkan kembali kekhawatiran pelaku pasar terkait kondisi perekonomian dunia yang melemah. Hal ini mendorong indeks Nikkei jatuh 1.11% ke level 18,234.74, di mana China merupakan pasar utama bagi produsen Jepang. Memburuknya data consumer confidence Jepang juga menambah sentiment negative terhadap indeks Nikkei. Sementara itu, indeks ST-Times melemah paling dalam yakni sebesar 1.56%. Namun, berbanding terbalik dengan indeks Shanghai yang mengalami kenaikan didorong data Trade Balance yang positif.

Sementara itu, indeks utama di bursa Wall Street juga mengalami pelemahan, di mana indeks Dow Jones turun 0.92%, indeks S&P 500 turun 0.47% dan indeks Nasdaq turun 0.29%. Kenaikan data retail sales bulan September dari 0.0% menjadi 0.1% tidak mampu mengangkat bursa Wall Street ke teritori positif.

Bursa Eropa juga mencatatkan hal yang sama dngan bursa Wall Street. Seluruh indeks berada di zona negative didorong oleh buruknya data industrial production bulan Agustus menjadi -0.5% dari sebelumnya 0.8%. Indeks FTRSE 100 melemah 1.15%, CAC 40 turun 0.74% dan DAX terjun sebesar 1.17%.

Kami perkirakan IHSG masih akan terkoreksi. Rilisnya data BI Rate serta neraca perdagangan Indonesia akan menjadi katalis penggerak IHSG hari ini. Secara teknikal, indicator Momentum dan RSI bergerak melemah. Selain itu, indicator Stochastic Oscillator juga bergerak melemah. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 4430-4530.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads