Dolar AS Menguat Dalam Jangka Pendek

Dolar AS Menguat Dalam Jangka Pendek

Ellen May - detikFinance
Senin, 19 Okt 2015 08:18 WIB
Dolar AS Menguat Dalam Jangka Pendek
Jakarta - Dalam beberapa bulan ke depan, bursa saham dan rupiah akan cenderung terus menguat. Namun waspadai dalam jangka pendek, tetap akan ada fluktuasi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah hingga level Rp 13.250, waspadai pelemahan rupiah pada pekan ini. Rupiah berpotensi melemah sekitar level Rp 13.600-13.800 dalam jangka pendek. Apa saja hal yang sekiranya berpotensi menyebabkan penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah?

Salah satu penyebab dolar AS berpotensi kembali menguat dalam jangka pendek adalah membaiknya data ekonomi Amerika pekan lalu. Data ekonomi itu misalnya Prelim UoM Consumer Sentiment AS Oktober 2015 naik menjadi 92.1 dari 87.2. Waspadai pelemahan rupiah akan berdampak negatif bagi pergerakan bursa saham jangka pendek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor hari ini fokus menanti rilis data ekonomi dari China. Hari ini China akan merilis data GDP / Gross Domestic Product kuartal 3 yang diperkirakan akan melemah di bawah 7% pertama kali sejk 2009. Begitu juga data industrial production, fixed asset investment, serta retail sales yang semuanya diprediksi melemah. Hasil data ekonomi China ini nantinya akan berdampak searah dengan bursa saham kita dalam jangka pendek.

Di Amerika pekan ini banyak rilis kinerja dari perusahaan sektor teknologi, industri, kesehtan, dan konsumen pada indeks S&P 500. Dari dalam negeri, paket kebijakan 4 yang fokus pada tenaga kerja dan upah, efeknya baru akan terasa dalam jangka menengah.

Bagaimana dengan potensi pergerakan indeks saham hari ini selengkapnya ?

Indeks Dow Jones pada perdagangan 16 Oktober 2015 ditutup di level 17,215.97 menguat 74.22 poin (0.43%). EIDO ditutup di level 21.23 menguat 0.04 poin (0.19%)

IHSG ditutup di level 4,521.88 menguat 14.69 poin (0.33%), berpotensi bergerak mixed, terkonsolidasi dalam range 4400-4631. Jangka menengah IHSG UPTREND berpotensi menguah uji target 5000, jangka pendek IHSG rawan terkoreksi karena fluktuasi rupiah.

Saham2 big caps dan saham perbankan rawan profit taking dekat resisten kuat (BBNI, BBRI, SMGR, JSMR, dll).

CPIN sedang menguji area resisten 2500 jika breakout potensi menuju 3000, jika gagal breakout buy on weakness sekitar 2000

CTRA buy on weakness sekitar 900, target 1000, stop loss jika di bawah 900

INCO waspadai profit taking jangka pendek, ada pola bearish

INDF* updated, potensi bergerak dalam ruang suport dan resisten 6000-6600

INTP uji resisten 20000 jika berhasil breakout menuju target berikutnya sekitar 21600-22000

ISSP* potensi menuju target 190 sd 200 waspadai likuiditas

KAEF waspadai profit taking sekitar area 900

PGAS* 3000-3550

SIAP potensi lanjutkan uptrend dengan target 1 di 250, waspdai likuiditas

Semoga #kopipagi 19 Oktober 2015 mencerahkan dan salam profit!



(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads