Selain itu, sikap investor asing yang terlihat sudah mulai agresif dengan melakukan net buy sebesar Rp 261,14 miliar, membuat IHSG semakin bergairah untuk melaju pada perdagangan kemarin. Sektor- sektor penggerak IHSG juga mayoritas berakhir di zona hijau, di mana sektor misc industry memimpin penguatan sebesar 2,64% disusul oleh sektor konstruksi yang naik 1,79%.
Hanya sektor basic industry dan mining, yang tercatat melemah yakni masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 0,14% dan 0,13%. Hingga hari kemarin IHSG tetap memberikan performa yang baik, di tengah munculnya sentiment negatif terkait kondisi pertumbuhan China yang sedang berada dalam perlambatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, bursa Wall Street berhasil bertahan di zona hijau di tengah jatuhnya beberapa saham akibat perlambatan pertumbuhan China. Buruknya kinerja perbankan yang dicatatkan Morgan Stanley sempat membawa bursa Wall Street ke zona merah, namun di akhir perdagangan bursa kembali rebound didorong saham-saham berbasis internet bioteknologi.
Selain itu, rilisnya data NAHB Housing Market Index bulan Oktober yang membaik yakni dari 61 menjadi 64, di atas ekspektasi pasar menambah sentiment positif bagi bursa Wall Street. Indeks Dow Jones menguat sebesar 0,08%, S&P 500 naik 0,03% dan Nasdaq naik 0,38%.
Indeks FTSE 100 mengalami pelemahan seiring dengan rilisnya data Construction Output YoY Agustus yang negative dari -0,3% menjadi - 6,0%. Namun, indeks CAC 40 dan DAX masih bertengger di zona hijau dengan masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0,03% dan 0,59%.
Kami perkirakan IHSG akan bergerak melanjutkan rally seiring dengan kembali masuknya dana asing ke pasar domestik. Secara teknikal, indikator Momentum menguat, RSI bergerak naik menuju area overbought, sedangkan Stochastic Oscillator mengkonfirmasi pola goldencross. Kami memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran 4.520-4.610.
(dnl/dnl)











































