Dari internal, pasar merespon positif kebijakan Paket Ekonomi V yang memberikan insentif pajak bagi korporasi. Sedangkan dari eksternal sentimen pasar lebih dipicu tren pelemahan dolar atas sejumlah mata uang kawasan terutama emerging market setelah The Fed diperkirakan baru akan menaikkan tingkat bunganya di awal tahun depan. Dari kawasan zona Euro sentimen positif muncul dari pernyataan Draghi, Presiden ECB, yang memberikan sinyal siap meluncurkan program stimulus lanjutan untuk menahan perlambatan ekonomi di kawasan tersebut. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu masing-masing menguat 0,90% dan 1,10% tutup di 17646,70 dan 2075,15. Sedangkan indeks Nasdaq menguat hingga 2,27% di 5031,86. Selama sepekan terakhir indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 2,5% dan 2,07%. Indeks saham di Wall Street telah menguat selama empat pekan berturut-turut.
Melanjutkan perdagangan di awal pekan terakhir Oktober, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren penguatannya. Dari eksternal, langkah bank sentral China (PBoC) yang akhir pekan lalu kembali memotong tingkat bunganya 25 bp akan memberikan sentimen positif bagi pasar saham kawasan Asia. PBoC sejak November tahun lalu telah memangkas tingkat bunganya sebanyak enam kali untuk menahan laju perlambatan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Tingkat bunga pinjaman untuk satu tahun saat ini di 4,35% dan simpanan 1,5%. Sedangkan dari domestik, katalis pasar akan banyak digerakkan oleh sentimen laba kuartal tiga sejumlah emiten. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4630 hingga 4700 berpeluang tutup di teritori positif.
(ang/ang)











































