Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemarin kembali melemah 1% di Rp13619. Sedangkan dari domestik, sentimen negatif muncul dari kekhawatiran deadlock pembahasan RAPBN 2016 menjelang batas waktu akhir Oktober ini ditambah dengan pencapaian laba kuartal tiga sejumlah emiten unggulan di bawah ekspektasi. Sementara Wall Street tadi malam kembali koreksi dalam rentang terbatas. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,13% dan 0,04% tutup di 17755,80 dan 2089,41. Harga komoditas kemarin kembali melemah seperti harga minyak mentah turun 0,41% di USD45,75/barel dan harga emas turun 2,6% di USD1145,50/t.oz. Pasar saham Wall Street bergerak konsolidasi mengantisipasi rencana The Fed menaikkan tingkat bunganya Desember mendatang.
Pada perdagangan akhir pekan sekaligus akhir Oktober, IHSG diperkirakan akan mencoba keluar dari tekanan jual menyusul persetujuan Banggar DPR atas RAPBN 2016 senilai Rp2095,7 triliun tadi malam. Namun rilis laba sejumlah emiten yang kurang menggembirakan dan resiko capital outflow yang kembali meningkat menyusul rencana kenaikan tingkat bunga The Fed bisa menahan aksi beli pemodal. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan support di 4425 dan resisten di 4560 berpeluang rebound terbatas.
(ang/ang)











































