Bursa Jepang turun pada penutupan market kemarin diikuti perdagangan yang dinilai tipis seiring dengan masih adanya kekhawatiran investor terhadap hasil pertemuan Kebijakan BOJ hari ini. Rilisnya data industrial production bulan September yang lebih baik dari sebelumnya memberikan harapan akan adanya pelonggaran lebih lanjut ketika pertemuan BOJ, namun tidak mampu menopang saham Jepang untuk naik. Nikkei lengser 0.17%, ST-Times jeblok sebesar 1.28%, Sensex turun 0.75% dan Hangseng melemah 0.60%. sedangkan Shanghai justru naik 0.36%.
Rilisnya data GDP Growth Rate QoQ Adv kuartal III yang turun dari 3.9% menjadi 1.5% turut menekan bursa AS. Saham-saham di Wall Street jatuh diikuti dengan anjloknya Dollar terhadap sekeranjang mata uang. Selain itu, data penjualan rumah AS yang mengalami perlambatan juga menjadi katalis jatuhnya bursa Wall Street ke jurang negative. DJIA mencatatkan penurunan sebesar 0.13%, S&P 500 melemah tipis 0.04% dan Nasdaq turun 0.42%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melanjutkan pelemahan seiring dengan data teknikal yang juga mengkonfirmasi beberapa indikator yang bergerak melemah. Indikator MFI, Momentum, RSI dan Stochastic Oscillator bergerak turun. Sedangkan MACD Histogram baru saja megkonfirmasi deadcross. Kami prediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4432-4505.
(ang/ang)











































