Kiwoom Securities: Bursa Global dan Regional Beri Sentimen Negatif

Kiwoom Securities: Bursa Global dan Regional Beri Sentimen Negatif

Kiwoom Securities - detikFinance
Senin, 02 Nov 2015 08:26 WIB
Kiwoom Securities: Bursa Global dan Regional Beri Sentimen Negatif
Jakarta - Melemahnya Dow Jones dan beberapa bursa regional dapat memberi sentimen negatif sebelum keluarnya data inflasi. IHSG masih berada di kisaran negatif pada akhir perdagangan minggu lalu. Namun demikian, terbentuknya pola doji memberi sinyal awal melambatnya momentum pelemahan ini. Maka, kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung melemah hari ini.


Makroekonomi - APBN 2016

DPR akhirnya mengesahkan APBN 2016 dengan anggaran belanja senilai total Rp 2,095.7 Triliun. APBN tersebut menggunakan asumsi makroekonomi antara lain: GDP growth 5.3%, inflasi 4.7%, kurs Rp 13,900/US$, suku bunga 3 bulan SPN 5.5%, ICP US$ 50 / Barrel, serta defisit neraca 2.15% dari GDP. Akibat banyaknya catatan fraksi, anggaran dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai total Rp 48.38 Triliun masih dibekukan hingga pengajuan kembali dalam RAPBNP 2016. Dalam rencana awal Pemerintah berencana melakukan PNM senilai total Rp 40.42 Triliun kepada BUMN dimana PT Wijaya Karya (WIKA) akan menerima Rp 4 Triliun dana PMN, PT Krakatau Steel (KRAS) senilai Rp 2.45 Triliun, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) senilai Rp 2.25 Triliun, dan PT Jasa Marga (JSMR) senilai Rp 1.25 Triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Β 

KLBF - Kinerja 9M 2015

PT Kalbe Farma (KLBF) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2015 sebesar 0.8%Yoy menjadi Rp 1.5 Triliun Vs Rp 1.49 Triliun pada 9M 2014 lalu. Naiknya kinerja didukukng oleh kenaikan pendapatan sebesar 2.9% menjadi Rp 13.13 Triliun. Laba operasi tercatat naik 5% Yoy menjadi Rp 6.41 Triliun pada 9M 2015.

Β 

MYRX - Belanja modal 2016

PT Hanson International (MYRX) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1.5 Triliun tahun depan, naik 50% dibandingkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 1 Triliun. Tahun depan perseroan akan fokus membangun properti untuk segmen masyarakat berpendapatan rendah (MBR). Perseroan akan mengembangkan satu proyek rumah susun di Bekasi dan satu proyek rumah tapak di Tigaraksa (Tangerang). Untuk pembangunan apartemen perseroan akan menyiapkan lahan seluas 20 Ha untuk dibangun sebanyak 25-30 tower yang menyediakan 10 ribu unit apartemen. Proyek rumah tapak perseroan akan menyiapkan lahan seluas 80 Ha dan akan dibangun 5,000 unti rumah pada kisaran harga Rp 200 Juta

Β 

PPRO - Peluncuran proyek apartemen

PT PP Property (PPRO) meluncurkan proyek apartemen Amartha View Avartment di Semarang (Jawa Tengah). Proyek tersebut terdiri dari dua tower apartemen di kawasan Payon Amartha, berdiri diatas lahan seluas 8,800 mΒ² dengan nilai investasi sebesar Rp 350 Miliar. PPRO menargetkan dapat membukukan pendapatan senilai Rp 550 Miliar dari produk Avartment, yang merupakan kosa kata baru yang diperkenalkan perusahaan untuk memadukan konsep apartemen, hotel, dan resor.

Β 

WSKT - Kinerja 9M 2015

PT Waskita Karya (WSKT) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2015 sebesar 209.95%Yoy menjadi Rp 400.3 Miliar Vs Rp 126.59 Miliar pada 9M 2014. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 40.55%Yoy menjadi Rp 7.42 Triliun pada 9M 2015. Laba sebelum pajak dan beban keuangan tercatat naik sebesar 104.85%Yoy menjadi Rp 800.95 Miliar pada 9M 2015. Kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari jasa konstruksi sebesar 81.5% senilai Rp 6.05 Triliun, namun secara tahunan hanya tumbuh 20% dibandingkan pendapatan dari penjualan precast yang naik sebesar 460%Yoy menjadi Rp 1.32 Triliun. Pendapatan sewa gedung naik 256%Yoy menjadi Rp 356 Juta.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads