Penguatan IHSG kemarin lebih banyak ditopang sentimen domestik seperti angka inflasi Oktober yang mencatatkan minus 0,08% (MoM) dan secara tahunan 6,25% (yoy) turun dari bulan sebelumnya 6,83% (yoy) dan minus 0,05% (MoM). Sementara pasar saham global tadi malam berhasil rebound. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro menguat 0,48% di 3434,50. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 0,94% dan 1,19% tutup di 17828,76 dan 2104,05. Indeks Nasdaq menguat 1,45% di 5127,15. Sedangkan harga minyak mentah turun 0,90% di USD46,13/barel dan harga emas turun 0,67% di USD1133,80/t.oz. Pasar saham Eropa dan AS merespon positif data manufaktur di kedua kawasan tersebut yang menunjukkan peningkatan mengabaikan data manufaktur China yang mengalami kontraksi. Indeks final Manufacturing PMI kawasan Euro Oktober naik menjadi 52,3 di atas pekiraan 52,0. Sedangkan indeks ISM Manufacturing PMI AS Oktober naik ke 50,1 di atas perkiraan 50,0. Indeks manufaktur di kedua kawasan tersebut mengindikasikan pertumbuhan ekonomi positif.
Dengan dukungan rendahnya resiko pasar saham global, IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang melanjutkan penguatannya. Dari domestik, pasar melihat kondisi makro ekonomi seperti inflasi relatif terkendali hingga akhir tahun ini dan pemerintah pekan ini kembali akan merilis paket kebijakan ekonomi lanjutan. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4420 dan resisten di 4520 berpeluang menguat.Β
(ang/ang)











































