Â
BWPT - Obligasi jatuh tempo
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
ISSP - Belanja modal 2016
PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) menganggarkan belanja modal sekitar US$ 30 Juta tahun depan untuk membeli mesin produksi pipa baja berdiameter 10' untuk pabrik di Gresik (Jawa Timur) dan beberapa mesin pendukung untuk pabrik pipa baja otomotif di Karawang (Jawa Barat). Mesin baru berkapasitas 15,000 ton baja per bulan dan ISSP memperkirakan mesin baru akan masuk ke lini produksi pabrik di Gresik pada akhir 2016 dan mulai beroperasi pada awal 2017. Sekitar 70% sumber pendanaan belanja modal berasal dari kas internal dan sisanya didanai melalui pinjaman perbankan dari PT Bank Central Asia (BBCA).
Â
SMBR - Realisasi penjualan
PT Semen Baturaja (SMBR) berhasil merealisasikan penjualan sebanyak 1.25 juta ton hingga Oktober 2015, sekitar 83.8% dari target penjualan tahun ini sebesar 1.5 juta ton. Realisasi penjualan sebanyak 1.25 juta ton itu setara dengan pertumbuhan 26%Yoy dibandingkan penjualan semen perseroan 10M 2014 yang mencapai 993.411 ton. Sedangkan pertumbuhan penjualan semen perseroan bulan lalu mencapai 168.991 ton, naik dibandingkan Oktober 2014 sebesar 140.332 ton. Selain itu pendapatan perseroan naik 26.47% menjadi Rp 1.03 Triliun hingga 9M 2015 Vs Rp 816.84 Miliar pada 9M 2014 lalu.
Â
SSIA - Rencana emisi global bond
PT Surya Semesta Internusa (SSIA) berencana menerbitkan medium term note (MTN) berdenominasi Dollar Singapura sebesar S$ 300 Juta, lebih besar dari rencana awal S$ 200 Juta. Surat utang tersebut akan diterbitkan secara bertahap melalui SSIA International Pte Ltd, anak usaha SSIA yang berbasis di Singapura. SSIA telah menandatangani kesepakatan dengan DBS Bank Ltd sebagai arranger dan dealer pada 2 November 2015. Dalam perjanjian tersebut, SSIA belum menetapkan jumlah dan bunga di tiap tahapan MTN yang akan dirilis. SSIA berencana menggunakan dana hasil MTN untuk mempercepat pembebasan lahan di wilayah Subang (Jawa Barat) dimana SSIA telah mendapatkan izin akuisisi 2,000 Ha untuk dikembangkan menjadi kawasan industri. Saat ini, SSIA baru membebaskan lahan seluas 300 Ha.
(ang/ang)











































