OSO Securities: Indeks Berpotensi Datar

OSO Securities: Indeks Berpotensi Datar

OSO Securities - detikFinance
Senin, 09 Nov 2015 08:48 WIB
OSO Securities: Indeks Berpotensi Datar
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan kemarin (6/11) dengan melemah tipis 0.23% atau 10.68 poin ke level 4,566.55. Sebelumnya di awal sesi perdagangan IHSG sempat menunjukkan pergerakan positif dimana indeks sempat menyentuh level 4,601.76. Jumat kemarin asing membukukan net sell sebesar Rp 53.86 miliar. Meski dinilai cukup kecil, namun aksi profit taking yang dilakukan para investor asing masih menjadi bayang-bayang penyebab jatuhnya IHSG ke zona merah. Selain itu, negatifnya mayoritas indeks sektoral juga menambah IHSG semakin tertekan dimana sektor basic industry mengalami pelamahan paling dalam yakni turun sebesar 1.07%. Hanya tiga sektor yang ditutup di teritori positif yaitu sektor misc industry, manufaktur dan consumer. Pergerakan IHSG masih terbilang rentan di tengah data GDP Growth Indonesia yang masih di bawah konsensus. Selain itu, kabar kenaikan Fed Rate yang akan dinaikkan bulan Desember mendatang membuat para investor lebih cenderung menahan diri untuk lebih agresif dalam melakukan transaksi.
Sementara indeks Nikkei naik pada Jumat kemarin didorong nilai mata uang yen yang melemah ditengah penantian data pekerjaan AS. Nikkei naik sebesar 0.78%. Selain itu, indeks Shanghai juga naik 1.91%.

Mayoritas indeks utama di bursa Wall Street mengalami penguatan dimana indeks Dow Jones naik 0.26% dan Nasdaq naik 0.38%. Penguatan terjadi dibantu oleh rilisnya data nonfarm payrolls bulan Oktober yang meningkat dari sebelumnya 137K menjadi 271K, serta data unemployment rate bulan Oktober yang juga membaik menjadi hanya 5% dari 5.1%. Positifnya beberapa data ekonomi AS semakin membuat The Fed optimis akan menaikkan suku bunga di bulan Desember mendatang.
Inline dengan bursa AS, dua dari tiga indeks utama di bursa Eropa juga menguat dimana indeks CAC 40 dan DAX masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.08% dan 0.92%. Sementara indeks FTSE 100 melemah sebesar 0.17%.

Kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan flat seiring dengan rilisnya beberapa data ekonomi AS yang membaik membuat pemimpin The Fed semakin yakin akan menaikkan suku bunganya bulan Desember mendatang. Secara teknikal, indikator Momentum dan RSI melemah. Sedangkan Stochastic Oscillator masih bergerak naik. Kami prediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4520-4610.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads