Pasar saham Asia ditutup mixed pada Selasa kemarin. Indeks Nikkei menguat sebesar 0.15% ke level 19,671.26 setelah dibelinya futures pada akhir perdagangan. Sementara indeks Shanghai melemah yakni turun sebesar 0.18% ke level 3,640.49. Pelemahan indeks Shanghai terjadi di tengah rilisnya data inflasi China bulan Oktober yang turun menjadi -0.3%. Sedangkan untuk data PPI China secara year on year bulan Oktober masih stay di -5.9%. Angka yang mengecewakan pada data China sangat cepat direspon oleh para pelaku pasar, sehingga indeks lebih sensitive dan rentan.
Sementara dari bursa Wall Street mayoritas indeks ditutup menguat dimana DJIA menguat 0.16% ke level 17,758.21 dan S&P 500 naik 0.15% ke level 2,081.72. Hanya indeks Nasdaq saja yang mengalami penurunan yakni sebesar 0.24% ke level 5,083.24. Penguatan yang terjadi pada dua indeks utama bursa Wall Street seiring dengan rilisnya beberapa data ekonomi AS yang mayoritas juga mengalami perbaikan. Data eksport dan import AS menunjukkan kenaikan meski masih di bawah ekspektasi secara month of month. Data eksport prices naik dari -7.4(yoy) menjadi -6.7%(yoy). Sedangkan import prices menjadi -10.5%(yoy).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami memperkirakan IHSG berpeluang rebound setelah mengalami pelemahan selama dua hari berturut-turut. Secara teknikal, mayoritas indicator masih bergerak menurun dimana indicator MFI, RSI dan Stochastic Oscillator sudah berada di bawah batas area netral. Kami prediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4410-4498.
(ang/ang)











































