Sedangkan aksi beli selektif melanda saham sektor property dan jasa konstruksi. Sentimen negatif pasar terutama dipicu meningkatnya resiko pasar emerging market setelah data ekonomi China seperti inflasi Oktober yang keluar kemarin hanya naik 1,3% (yoy) di bawah ekspektasi 1,5%. Sedangkan indeks harga produsen (PPI) China Oktober turun 5,9%, merupakan penurunan selama 44 bulan terakhir. Selain faktor China, resiko capital outflow juga dipicu rencana The Fed menaikkan tingkat bunganya akhir tahun ini. Indeks The MSCI Emerging Markets kemarin koreksi 1,2%. Sementara di Wall Street pasar bergerak bervariasi namun berhasil tutup di teritori positif. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam masing-masing menguat 0,16% dan 0,15% tutup di 17758,21 dan 2081,71. Indeks Nasdaq koreksi 0,24% di 5083,24 terutama dipicu koreksi saham Apple hingga 3%.
Pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dalam rentang terbatas namun berpeluang rebound. IHSG diperkirakan bergerak dengan kisaran 4420 hingga 4500. Pergerakan rupiah atas dolar AS yang relatif stabil di kisaran Rp13600 turut menopang sentimen positif pasar.
(ang/ang)











































