Relatif melemahnya Dow Jones dan beberapa bursa regional dapat memberi sentimen negatif. IHSG bergerak relatif flat kemarin di tengah berlanjutnya aksi jual asing yang terlihat dapat menghambat peluang penguatan. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif hari ini.
CTRA - Belanja modal 2016
PT Ciputra Development (CTRA) mengalokasikan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 1.5 Triliun. Dana belanja modal akan dialokasikan untuk membiayai pengembangan proyek perkantoran dan komersial. Proyek perkantoran yang akan dikembangkan perseroan adalah Ciputra International dan Ciputra World. Sumber belanja modal berasal dari kas internal dan pinjaman. Hingga 10M 2015 CTRA membukukan penjualan properti sebesar Rp 8.4 Triliun, sekitar 88% dari target Rp 9.5 Triliun tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISAT - Rencana emisi obligasi
PT Indosat (ISAT) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap III senilai Rp 900 Miliar yang mengalami kelebihan permintaan. Total penawaran yang masuk mencapai Rp 1.2 Triliun. Obligasi tersebut diterbitkan dalam beberapa tenor. Kupon obligasi bertenor 3 tahun ditetapkan sebesar 10%, tenor 5 tahun dengan kupon 10.25%, tenor 7 tahun dengan kupon 10.6%, dan tenor 10 tahun dengan kupon 11.2%. Kisaran penawaran awal kupon bertenor 3 tahun antara 9.5%-10.25%, tenor 5 tahun antara 9.75%-10.5%, tenor 7 tahun antara 9.9%-10.65%, dan tenor 10 tahun antara 10.5%-11.25%. Dengan emisi obligasi tersebut maka sisa penawaran obligasi berkelanjutan sebesar Rp 4.4 Triliun dari total penawaran umum berkelanjutan senilai Rp 10 Triliun.
SMGR - Rencana emisi obligasi
PT Semen Indonesia (SMGR) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan pada tahun 2016. Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk mendanai investasi pembangunan pabrik baru. Total nilai penerbitan obligasi mencapai Rp 3.5 Triliun dan rencananya tahun depan SMGR menerbitkan sekitar 20%-30% dari total nilai tersebut untuk kemudian tahun selanjutnya sebesar 60%-70%, bila masih ada sisa sebesar 10% akan diterbitkan pada tahun 2018. SMGR berencana menerbitkan obligasi bertenor menengah, antara 5-8 tahun.
SMRA - Rencana penerbitan DIRE
PT Summarecon Agung (SMRA) mengkaji rencana penerbitan kontrak investasi kolektif dana investasi real estate (DIRE) senilai US$ 200 Juta sebagai opsi penggalangan dana selain penawaran umum perdana (Initial public offering/IPO) saham anak usahanya, PT Summarecon Investment Property (SIP). SMRA tertarik menerbitkan DIRE setelah pemerintah berencana menghapus pajak berganda pada instrument tersebut. Sebelumnya, SIP berencana melangsungkan IPO senilai US$ 200 Juta pada akhir 2015.
SOCI - Belanja modal
PT Soechi Lines (SOCI) mempertahankan besaran alokasi belanja modal tahun depan sama dengan tahun ini sekitar US$ 30-50 Juta. SOCI akan memanfaatkan dana ini untuk belanja armada kapal baru. Kebutuhan belanja modal akan berasal dari pinjaman bank. Selain mempersiapkan kebutuhan belanja modal, SOCI juga tengah menyusun rencana bisnis tahun depan dengan membuka layanan perbaikan dan perawatan di galangan kapal di Karimun Jawa.
(ang/ang)










































