Pinjaman baru di China Oktober hanya 513,6 miliar Yuan turun 51% dari bulan sebelumnya 1,05 triliun Yuan dan di bawah konsensus ekonom sebelumnya 798,2 miliar Yuan. Jumlah pinjaman baru Oktober tersebut terendah dalam lima belas bulan terakhir dan kembali mengkonfirmasi melambatnya perekonomian negara tersebut. Selain faktor China, pasar emerging market juga memperhitungkan rencana kenaikan bunga FFR akhir tahun ini mengantisipasi testimoni sejumlah pejabat The Fed tadi malam. Seperti yang diperkirakan sejumlah pejabat The Fed seperti Presiden Bank Sentral Negara Bagian St Louis James Bullard, tadi malam menyatakan The Fed tidak perlu mempertahankan tingkat bunganya saat ini dan ini mengindikasikan kenaikan di pertemuan Desember mendatang.
Pernyataan ini menekan mata uang emerging market, pasar saham dan harga komoditas. Pelaku pasar cenderung menghindari aset beresiko. Tadi malam indeks saham di pasar global kembali tertekan. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro melemah 1,76%, Di Wall Street indeks saham utama melemah 1,4%. Koreksi indeks saham tersebut turut dipicu anjloknya harga minyak mentah yang tadi malam di AS turun hamper 3% di USD41,65/barrel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































