Dari bursa Asia mayoritas indeks mengalami pelemahan yang dipimpin oleh indeks Hangseng dan Shanghai yang masing-masing melemah 2.15% dan 1.43% pelmahan indeks Hangseng dipicu oleh turunnya GDP hongkong kuartal III yang hanya 2% dari periode sebelumnya 2.3%.
Akhir perdagangan pekan kemarin mayoritas indeks utama Wall Street ditutup melemah di atas 1%. Indeks Dow Jones terkoreksi 1.15% ke level Rp 17,245.23, indeks S&P 500 melemah 1.12% ke level 2,023.04, dan indeks Nasdaq turun 1,54% ke level 4,597.88. Selama seminggu ini, rata-rata indeks AS sudah anjlok lebih dari 3.5%, terburuk sejak 6 minggu lalu. Pelemahan tersebut masih dipicu oleh penurunan harga minyak yang tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, rilisnya data Producer Price Index bulan Oktober yang kembali negatif dengan turun sebesar - 0.4% atau lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar yang berada di 0.2%, serta data Retail Sales bulan Oktober yang lebih rendah dari ekspektasi pasar yang hanya tumbuh 0.1% (MoM) dari perkiraan sebelumnya 0.3% (MoM) ikut menjadi katalis negatif pada perdagangan saham akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami perkirakan hari ini IHSG berpeluang menguat namun masih rawan koreksi mengingat sentiment negatif indeks regional Asia yang rata-rata dibuka terkoreksi lebih dari 0.75%, seperti indeks ST- Times, Kospi dan Nikkei 225. Secara teknikal, IHSG sudah berada di area middle bollingerband, dengan indikator stochastic oscilator sudah membentuk goldencross pada area jenuh jual. Selain itu histogram MACD juga positif. Namun indikator MFI dan RSI masih bearish.
(ang/ang)











































