Sedangkan dari domestik sentimen negatif muncul dari data perdagangan Oktober yang mencatatkan penurunan kembali ekspor dan impor sehingga turut memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi 4Q15. Ekspor Oktober Indonesia turun 4% (mom) dan 20,98% (yoy). Sedangkan impor Oktober 2015 turun 4,27% (mom) dan 27,81% (yoy). Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin kembali melemah 0,7% di Rp13732 ssetelah dolar AS kembali menguat atas mata uang emerging market. Sementara Wall Street tadi malam berhasil rebound setelah pelaku pasar mengabaikan faktor resiko prospek perekonomian global pasca seranagan teroris di Paris dan lebih memfokuskan pada prospek stimulus yang akan diambil. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 1,4% dan 1,5% tutup di 17483,01 dan 2053,19. Harga minyak mentah tadi malam rebound 1,5% di USD41,99/barel.
Pada perdagangan hari ini, dengan dukungan rebound pasar saham global dan kawasan, IHSG berpeluang bergerak di teritori positif dalam rentang konsolidasi. Sejumlah saham sektoral secara technical berada di area oversold terutama yang berbasiskan komoditas berpeluang rebound. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4410 hingga 4490 berpeluang rebound.
(ang/ang)











































