Dari bursa Asia, Rilisnya GDP Jepang kuartal III yang turun hingga 0.8%(YoY) dari penurunan sebelumnya yang hanya 0.7%(YoY) atau jauh diatas ekspektasi pasar yang optimis hanya turun 0.2% (YoY), menjadi katalis negatif pada perdagangan bursa JEpang yang membuat bursa Jepang turun 1.04% ke level 19,393.69. Sementara indeks Asia lainnya mayoritas juga terkoreksi, dengan pelemahan terdalam yaitu indeks Hangseng dan Kospi yang masing-masing melemah sebesar 1.72% dan 1.535.
Awal pekan ini indeks Utama di Bursa Wall Street berhasil rebound setelah saham energy berhasil menguat seiring dengan harga minyak yang naik pasca teror Prancis. Harga minyak berjangka AS berhasil naik ke level U$S 41,74 per barel dari sebelumnya U$S 40,06 per barel, yang diikuti oleh kenaikan saham Exxon 3,58% dan Chevron terbang 4,38%. Pelaku pasar optimis bahwa serangan teror Paris tidak terlalu berdampak signifikan terhadap perekonomian AS. Indeks Dow Jones naik 1.38% ke level 17.4821,61, indeks S&P 500 menguat 1.49% ke level 2,053.17 dan indeks Nasdaq naik 1,15% ke level 4,984.62. Volume perdagangan saham di Bursa AS tercatat 6,7 miliar atau dibawah rata- rata perdagangan selama 20 hari terahir yang berhasil tercatat dengan volume rata-rata sebesar 7,2 miliar saham. Beberapa pelaku pasar nampaknya masih wait and see menunggu keputusan kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































