Sementara itu, mayoritas bursa Asia juga berhasil mencatatkan kenaikan. Indeks TWSE berhasil menguat cukup signifikan ke level 1.50% ke level 8,419.42, indeks Nikkei melaju 1.22% ke level 1,650.45. Sementara indeks Shnghai ditutup melemah tipis 0.06% ke level 3,604.80.
Akhir perdagangan semalam Bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan keenderungan flat. Indeks Dow Jones naik tipis 0.04% ke level 17,489.5, Nasdaq naik 0,03% ke level 4,986.02, sementara indeks S&P 500 melemah 0.13% ke level 2,050.44. Salah satu faktor penghambat pergerakan indeks Bursa AS disebabkan oleh kembali jatuhnya harga Nymex oil, yang turun -2.64% ke level $40-an per barel. Selain itu, rilisnya data industrial production bulan Oktober yang kembali turun 0.2%(MoM), menghancurkan harapan pelaku pasar, dimana ekspektasi ekonom naik 0.1%(MoM). Selain itu, inflasi bulan Oktober yang masih betah di posisi 0.2% (MoM), juga mengindikasikan belum terjadinya pembaikan daya beli masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat pasca rilisnya BI Rate. Secara teknikal indikator stochastic oscilator bullish, yang didukung oleh histogram MACD yang positif. Selain itu MFI menguat, sementara RSI masih melamah. Kami memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4455-4545.
(ang/ang)











































