Jakarta - IHSG ditutup menguat 0,94% ke level 4.561,33 pada akhir pekan kemarin. Mayoritas indeks berhasil menguat, dipimpin oleh sektor infrastruktur dan property yang naik 2.08% dan 1.52%. Sementara indeks mining masih mencatatkan pelemahanny ke level 889.24 atau turun 0.74%. Penguatan terjadi seiring dengan apresiasi rupiah terhadap dolar AS sebesar 1.12% ke level 13.623. Selain itu, optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia yang diperkirakan akan membaik pada akhir tahun ini, ikut menjadi katalis positif seiring dengan rendahnya kepanikan atas kenaikan fed fund rate yang akan dinaikkan pada akhir tahun ini.
Sementara indeks bursa asia ditutup variatif dengan kecenderungan menguat. Penguatan dipimpin oleh indeks bursa hongkong dan india yang masing-masing naik 1.13% dan 0.47%.
Indeks utama bursa Wall Street berhasil dicatatkan menguat seiring dengan positifnya kinerja emiten. Indeks dow jones naik 0.51% ke level 17.824, s&p 500 menguat 0.38% ke level 2089 Dan Nasdaq tercatat di zona hijau dengan meningkat 0.62% ke level 5105.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, bursa eropa juga berhasil melanjutkan penguatannya, seiring dengan optimisme pelaku pasar yang yakin bahwa ECB akan merealisasikan program stimulusnya setelah dikonfirmasi oleh presiden ECB, mario Draghi yang akan meningkatkan daya beli masyarakat melalui kenaikan inflasi. Selain itu rilisnya data consumer confidence Eropa bulan november yang turun lebih rendah jika dibandingkan periode sebelumnya yaitu -6 % atau lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar yang akan turun 7,5%.
Kami perkirakan IHSG masih akan melanjutkan penguatannya seiring dengan masih tingginya aksi beli pelaku pasar domestik. Secara telnikal, IHSG masih berada di area konsolidasi dengan MACD histogram negatif, sementara stochastic oscilator dan RSI berusaha berbalik arah dan mencoba menguat. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 4872- 4578.
(ang/ang)