Salah satu pemicu pelemahan mata uang emerging market yakni tekanan di harga sejumlah komoditas seperti minyak mentah dan logam. Sementara Wall Street tadi malam di tengah transaksi yang tipis, ditutup melemah setelah pekan kemarin menguat hingga 3% lebih. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,17% dan 0,12% tutup di 17792,68 dan 2086,59. Harga minyak mentah tutup di USD41,88/barel melemah tipis 0,05%. Pelaku pasar di Wall Street lebih banyak wait and see menjelang libur Thanksgving Day Kamis ini dan menanti data awal pertumbuhan ekonomi AS kuartal tiga. Pasar juga digerakkan dengan sejumlah data ekonomi yang keluar seperti indeks flash manufacturing PMI November yang turun ke 52,6 di bawah perkiraan 54,0 dan indeks bulan sebelumnya 54,1.
Kondisi pasar saham global yang tengah konsolidasi dan meningkatnya kekhawatiran kemerosotan harga sejumlah komoditas, akan mempengaruhi jalannya perdagangan hari ini. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif dengan nilai perdagangan yang tipis. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4525 dan resisten di 4590 cenderung melemah.
(ang/ang)











































