Hal ini menyebabkan melemahnya mata uang Rubel Rusia dan Lira Turki yang berimbas ke mata uang emerging market lainnya termasuk nilai tukar rupiah atas dolar AS, yang kemarin berada di Rp13718. Sementara bursa global tadi malam bergerak bervariasi dipicu insiden jatuhnya pesawat militer Rusia yang menimbulkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Insiden tersebut membuat harga minyak mentah rebound 2,7% di USD42,89/barel. Indeks Eurostoxx di kawasan Zona Euro koreksi 1% di 3409,60. Di Wall Street pasar indeks saham utama bergerak fluktuatif namun berhasil tutup tipis di teritori positif. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,11% dan 0,12% di 17812,19 dan 2089,14. Penguatan terutama dpicu kenaikan saham sektor energy menyusul kenaikan harga minyak mentah. Pasar juga digerakkan dengan data pertumbuhan ekonomi AS kuartal tiga (3Q15) yang mencapai 2,1% (yoy) di atas angka estimasi awal di 1,5% dan perkiraan ekonom 2%.
Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi namun berpeluang menguat terbatas. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4525 hingga 4590. Rebound harga minyak akan berpeluang memicu aksi beli balik di sejumlah saham berbasiskan komoditas.
(ang/ang)











































