PT Modernland Realty (MDLN) diperkirakan hanya merealisasikan belanja modal tahun ini sebesar 1 Triliun, atau setara 55.6% dari alokasi belanja modal tahun ini sekitar Rp 1.8 Triliun. HIngga 3Q 2015, perseroan baru merealisasikan belanja modal sebesar Rp 584 Miliar yang dialokasikan untuk mengakusisi lahan di Bekasi dan Cikande, Jawa Barat. MInimnya serapan belanja modal seiring dengan pemangkasan target pra penjualan unit property sebesar 24% menjadi Rp 4.1 Triliun dari sebelumnya sebesar Rp 5.4 Triliun. Tahun depan perseroan akan menyiapkan belanja modal melebihi realisasi tahun ini, atau diatas Rp 1 Triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SIDO - Perpanjang masa buyback saham
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) mengajukan perpanjangan pembelian kembali (buyback) saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). SIDO akan memperpanjang masa buyback untuk tiga bulan ke depan, sejak 1 Desember 2015 hingga 29 Februari 2016. Dalam aksi ini, SIDO mengalokasikan dana sekitar Rp 198 Miliar. SIDO memperpanjang masa buyback dikarenakan belum tercapainya target maksimal buyback sekitar 2.2% saham. SIDO akan menghentikan buyback jika harga saham di Rp 600 per saham.
Â
SSMS - Rencana akuisisi
PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) berencana untuk kembali mengakuisisi perusahaan perkebunan di Kalimantan Tengah tahun depan. Sebelumnya, perseroan telah mengakusisi perusahaan perkebunan PT Menteng Kencana Mas (MKM) senilai US$ 35 Juta pada awal November lalu. Tahun depan, perseroan memilih untuk memperkuat pertumbuhan non organic dengan akuisisi perusahaan perkebunan, dibandingkan penanaman baru. Perseroan akan menggunakan sisa dana pinjaman dari Eximbank Indonesia sebesar US$ 20 Juta untuk mengakuisisi perkebunan baru tahun depan.
Â
TELE - Kerjasama dengan Arima
PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE) akan fokus pada ekspansi pembukaan jalur distribusi baru dan membangun riset dan pengembangan (R&D) teknologi smartphone dengan perusahaan elektronik asal Taiwan, Arima Communications Corp. Kedua perusahaan ini sedang mengembangkan pabrik perakitan ponsel di Indonesia. Dana investasi mencapai US$ 50 Juta. Kerjasama ini untuk memenuhi aturan kandungan komponen lokal di produk ponsel 4G. TELE dan Arima telah membentuk perusahaan patungan, PT Adi Reka Mandiri. Dimana TELE memiliki 55% saham sisanya milik Arima. Rencananya pabrik akan berada di Delta Silicon, Cikarang. Untuk pembangunan tahap I, TELE akan mengeluarkan dana antara US$ 5 Juta-US$ 6 Juta. Pabrik akan beroperasi mulai Januari 2016 dengan kapasitas awal 300,000 unit per bulan.
(ang/ang)











































