Kiwoom Securities: Melemahnya Bursa Regional Beri Sentimen Negatif

Kiwoom Securities: Melemahnya Bursa Regional Beri Sentimen Negatif

Kiwoom Securities - detikFinance
Kamis, 03 Des 2015 08:34 WIB
Kiwoom Securities: Melemahnya Bursa Regional Beri Sentimen Negatif
Jakarta - Melemahnya Dow Jones dan bursa regional dapat memberi sentimen negatif. IHSG relative melemah setelah gagal melanjutkan penguatan kemarin yang terlihat dapat mendorong pelemahan lanjutan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah hari ini.

 

ADHI & TINS - Bisnis pembangkit listrik

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Adhi Karya (ADHI) akan mengembangkan bisnis konstruksi pembangkit listrik tahun depan. ADHI akan membentuk perusahaan patungan bersama dengan PT Timah (TINS) dan PT Indonesia Power, anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Perusahaan patungan ini akan membangun pembangkit tenaga listrik di sekitar tambang timah di Sumatera dengan investasi sekitar Rp 6 Triliun hingga Rp 7 Triliun. TINS sebagai pemilik mayoritas dalam perusahaan patungan tersebut akan memiliki 40% saham dimana ADHI dan Indonesia Power masing-masing memiliki 30% saham. Proyek pembangkit listrik akan memiliki kapasitas sebesar 2x300 MW akan mulai dikerjakan pada akhir 2016.

 

BSDE - Marketing sales

PT BSD City (BSDE) optimis dapat mencapai target marketing sales tahun ini sebesar Rp 7.5 Triliun. Optimisme ini didorong oleh masih aktifnya ekspansi perseroan, antara lain ekspansi wet market bulan ini. BSDE berencana meluncurkan wet market 2 di BSD City pada tanggal 6 Desember 2015. Proyek tersebut akan berdiri diatas lahan seluas 2.6 Ha yang terdiri atas 539 unit kios, 30 unit loket, dan 52 unit ruko. Saat ini BSDE memiliki wet market di Pasar modern BSDE City 1 yang tediri atas 320 unit kios, 302 loket, dan 100 ruko untuk memenuhi kebutuhan buah-buahan, sayuran, serta keperluan rumah tangga lainnya.

 

DAJK - Target porsi ekspor

PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) menargetkan porsi ekspor sebesar 20% dari total produksi tahun depan. Besarnya permintaan pasar produk kemasan dari luar negeri menyebabkan perusahaan harus meningkatkan kapasitas produksi. Hingga saat ini, output dari produk perseroan untuk karton mencapai 4,500 ton per bulan dan dupleks hamper 3,000 ton per bulan. Selain membidik pasar luar negeri, perseroan akan meningkatkan penjualan dalam negeri melalui sektor UMKM atau perusahaan kecil seperti restoran dan kafe yang memakai kemasan dalam penyajiannya.

 

DILD - Izin reklamasi pulau H

Anak perusahaan Intiland Development (DILD), PT Taman Harapan Indah, telah mendapat izin reklamasi pulau H seluas 63 Ha dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 30 November lalu. Pulau H merupakan bagian dari 17 pulau reklamasi yang direncanakan Pemprov Jakarta. Proses reklamasi membutuhkan waktu selama 3 tahun. Setelah proses reklamasi selesai DILD akan memulai membangun infrastruktur tahap pertama yang terdiri dari kawasan hunian perumahan.

 

PTBA - Realisasi buyback saham

PT Tambang Batubara Bukti Asam (PTBA) merealisasikan pembelian kembali saham (buyback) sebesar 66.05 juta saham atau setara 65.19% dari target maksimal saham yang dapat dibeli sebesar 101.3 juta lembar saham. Hingga akhir periode buyback PTBA telah membeli 2.87% saham dari total saham yang diterbitkan. Harga rata-rata pembelian saham adalah Rp 6,079.71 per saham sehingga PTBA mengeluarkan dana sekitar Rp 401.5 Miliar dari anggaran dana buyback yang disiapkan sebesar Rp 650 Miliar. Realisasi pembelian dilakukan secara bertahap sejak 2 September dan berakhir pada 1 Desember 2015.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads