Â
ISSP - Belanja modal
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
PGAS - Fasilitas pinjaman
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) melalui anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia, memperoleh fasilitas pinjaman senilai US$ 600 Juta dari sindikasi BNP Paribas, HSBC Ltd, PT HSBC Securities, Sumitmo Mitsui Banking Corp, PT Bank Sumitmo Mitsui Indonesia, Mizuho Bank Ltd, dan PT Bank Mizuho Indonesia. Saka Energi dan para kreditor telah menandatangani perjanjian kredit pada 2 Desember 2015. Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk kebutuhan investasi, operasional, serta pembayaran utang kepada pemegang saham. Facility agreement berlaku untuk jangka waktu lima tahun terhitung sejak tanggal efektif perjanjian.
Â
PTPP- Bentuk anak usaha
PT Pembangunan Perumahan (PTPP) akan mendirikan PT PP Energi, anak usaha baru di bididang kelistrikan, pada 2Q 2016 dengan modal awal senilai Rp 1.5 Triliun. Perseroan akan memfinalisasi pembentukan PP Energi pada Januari 2016 dan akan meminta persetujuan komisaris pada RUPST Maret atau April 2016. Nilai asset anak usaha yang mengelola pembangkit listrik tersebut sekitar Rp 400-600 Miliar dengan total kapasitas pembangkit listrik yang dikelola PP sebesar 90 MW.
Â
SMBR - Penjualan semen 11M 2015
PT Semen Baturaja (SMBR) membukukan kenaikan penjualan semen sebesar 24.8%Yoy menjadi 1.41 juta ton pada 11M 2015 Vs 1.13 juta ton pada 11M 2014 lalu. Manajemen menargetkan penjualan semen tahun ini mencapai 1.5 juta ton. Naiknya kinerja SMBR didukung oleh beberapa proyek infrastruktur seperti proyek PT Oki Pulp and Paper, PLTU Bayung Lincir, pembangunan pabrik Pupuk Sriwijaya, serta perluasan Bandara Sultan Mahmud Badarudin II.
Â
SMRA - Rencana emisi obligasi
PT Summarecon Agung (SMRA) telah mendapat pernyataan efektif terkait rencana penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II bertenor 5 tahun senilai Rp 500 Miliar. Tingkat kupon ditetapkan sebesar 11.25%. Pefindo memberi peringkat idA+ terhadap rencana emisi obligasi SMRA. Masa penawaran berlangsung pada 8-11 Desember. Obligasi tersebut merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan dengan total nilai emisi mencapai Rp 3 Triliun.
(ang/ang)











































