Kiwoom Securities: Bursa Global Tentukan Arah Perdagangan

Kiwoom Securities: Bursa Global Tentukan Arah Perdagangan

Kiwoom Securities - detikFinance
Selasa, 08 Des 2015 08:32 WIB
Kiwoom Securities: Bursa Global Tentukan Arah Perdagangan
Jakarta - Negatifnya Dow Jones dan mixednya bursa dunia dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG berada di kisaran positif kemarin namun hanya diikuti oleh pola doji yang menandakan belum cukup kuatnya tren kenaikan. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif pada hari ini.

 

ARTI- Fasilitas pinjaman

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Ratu Prabu Energi (ARTI) tengah mencari pinjaman senilai Rp 650 Miliar untuk kebutuhan pembagunan proyek property Ratu Prabu 3 Residences. Belum terealisasikannya pinjaman bank untuk Ratu Prabu 3 Residences tidak terlepas dari kebijakan bank-bank di Indonesia untuk tidak membiayai proyek-proyek property kelas atas. Perseroan tetap optimis pinjaman tersebut dapat terealisasi pada awal tahun depan. Meskipun belum mendapatkan pinjaman dari perbankan, proyek Ratu Prabu 3 Residences masih tetap berjalan dengan dana kas internal. Proses kosntruksi Ratu Prabu 3 telah dimulai sejak 3Q 2015 dengan investasi senilai US$ 150 Juta dan akan diharapkan selesai dalam 2 tahun ke depan.

 

BNGA - Free float

PT CIMB Niaga (BNGA) akan mengikuti aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait jumlah saham beredar atau free float minimum dari saat ini saham beredar BNGA hanya 3.08% saham. BNGA tengah mengkaji beberapa opsi diantaranya rights issue maupun private placement. BNGA juga mengkaji opsi pembagian dividen saham dengan rencana CIMB Group Sdn Bhd yang kini memegang 96.62% saham BNGA tidak akan mendapatkan dividen saham.

 

ISAT - Rencana refinancing

PT Indosat Ooredoo (ISAT) akan melakukan refinancing atas utang senilai Rp 200 Miliar kepada PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Perseroan akan menggunakan dana hasil emisi obligasi senilai Rp 794 Miliar. Selain untuk refinancing utang, perseroan akan menggunakan dana hasil obligasi sebesar Rp 294.7 Miliar untuk membeli base station subsystem untuk menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan digunakan juga untuk memperluas jangkuan jaringan sebagai upaya untuk meningkatkan pelanggan baru. Sisa dana obligasi sekitar 37% akan digunakan untuk pembayaran hak penggunaan (BHP) spectrum frekuensi radio kepada pemerintah.

 

TLKM - Rencana penjualan saham treasury

PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) berencana menjual sisa saham simpanan (treasury stock) hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan pada 20 Juni 2007 hingga 20 Desember 2009. Dalam periode tersebut TLKM melakukan buyback atas 321.42 juta lembar saham. Pada tahun 2013 TLKM telah mengalihkan 299.05 juta saham simpanan untuk program kepemilikan saham karyawan. Dengan demikian masih ada sisa 22.3 juta saham simpanan yang wajib dialihkan dengan tenggat waktu hingga 22 Desember 2015. TLKM berencana menjual sisa saham simpanan dengan block trade dan crossing di pasar negosiasi. 

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads