First Asia Capital: Pasar Saham Global Kurang Kondusif

First Asia Capital: Pasar Saham Global Kurang Kondusif

First Asia Capital - detikFinance
Kamis, 10 Des 2015 08:44 WIB
First Asia Capital: Pasar Saham Global Kurang Kondusif
Jakarta - Minimnya insentif positif di saat pasar emerging market tengah tertekan menyusul anjloknya harga minyak mentah dan turunnya kinerja perdagangan China November lalu telah menekan perdagangan saham Selasa lalu. IHSG akhirnya terkoreksi 57,210 poin (1,26%) di 4464,182. Ekspor China November 2015 turun 6,8% (yoy), menandai penurunan lima bulan berturut-turut. Sedangkan impor turun 8,7% (yoy),penurunan untuk 13 bulan berturut-turut. Turunnya kinerja perdagangan China tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Sebelumnya harga komoditas energi seperti minyak mentah yang anjlok di bawah USD40/ barrel telah menekan pergerakan harga saham berbasiskan komoditas. Pemodal asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp487,87 miliar menandakan resiko capital outflow masih membayangi perdagangan saham. Sementara pasar saham global tadi malam kembali tertekan. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro terkoreksi 0,61% di 3277,21. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing koreksi 0,43% dan 0,77% di 17492,30 dan 2047,62.

Pelaku pasar masih menghadapi kekhawatiran penurunan harga minyak mentah yang berada di USD37,18/barel, koreksi 0,88%. Data Wholesales Inventories November 2015 di AS turun 0,1% (mom) di bawah perkiraan yang naik 0,2% turut memicu koreksi indeks. Sedangkan di pasar emerging market indeks saham The MSCI Emerging Market kemarin koreksi 1,6% terutama dipicu langkah PBoC yang menurunkan kurs referensi Yuan ke 6,414/dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di 6,4078/US dolar. Ini merupakan level terendah sejak Agustus 2011. Pelemahan Yuan ini berimbas pada pelemahan mata uang emerging market termasuk rupiah yang berada di Rp14000/US dolar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi pasar saham global dan kawasan yang kurang kondusif tersebut akan kembali berimbas pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan cenderung bergerak melemah di kisaran 4440 hingga 4510 dibayangi pelemahan rupiah atas dolar AS yang sudah berada di Rp14000.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads