Sebelumnya harga komoditas energi seperti minyak mentah yang anjlok di bawah USD40/ barrel telah menekan pergerakan harga saham berbasiskan komoditas. Pemodal asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp487,87 miliar menandakan resiko capital outflow masih membayangi perdagangan saham. Sementara pasar saham global tadi malam kembali tertekan. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro terkoreksi 0,61% di 3277,21. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing koreksi 0,43% dan 0,77% di 17492,30 dan 2047,62.
Pelaku pasar masih menghadapi kekhawatiran penurunan harga minyak mentah yang berada di USD37,18/barel, koreksi 0,88%. Data Wholesales Inventories November 2015 di AS turun 0,1% (mom) di bawah perkiraan yang naik 0,2% turut memicu koreksi indeks. Sedangkan di pasar emerging market indeks saham The MSCI Emerging Market kemarin koreksi 1,6% terutama dipicu langkah PBoC yang menurunkan kurs referensi Yuan ke 6,414/dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di 6,4078/US dolar. Ini merupakan level terendah sejak Agustus 2011. Pelemahan Yuan ini berimbas pada pelemahan mata uang emerging market termasuk rupiah yang berada di Rp14000/US dolar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































