Pemandangan yang tidak jauh berbeda juga dapat dilihat pada bursa Asia, dimana mayoritas indeks mencatatkan pelemahan. Pelemahan terdalam dipimpin oleh indeks Nikkei yang melemah 1.32% ke level 19,046.55 seiring dengan negatifnya data ekonomi jepang yang rilis, yaitu large manufacturing kuartal IV yang turun menjadi 3.8 dari sebelumnya 11 atau lebih rendah dari eksepektasi pelaku pasar 12.1.
Semalam indeks utama Bursa AS berhasil ditutup menguat ditengah jatuhnya saham-saham di bursa global yang didukung oleh technical rebound seiring dengan sudah rendahnya harga saham bursa AS. Indeks Dow Jones menguat tipis 0.47% ke level 17,574.75, S&P 500 terangkat 0.23% ke level 2,052.23 dan Nasdaq naik 0.44% ke level 5,0475.17. Saat ini pelaku pasar masih terfokus pada dua hal, yaitu harga minyak mentah dan kenaikan suku buga The Fed pada 16 Desember ini. Harga komoditas minyak kemarin kembali ditutup melemah 0.30%, hingga ke level 36.65. Selain itu, rilisnya data Intial jobless claim yang naik menjadi 282.000 dari sebelumnya 269.000 juga ikut menjadi pemberat bursa AS, sehingga tidak dapat melambung lebih tinggi.
Dari bursa Eropa, mayoritas indeks ditutup melemah. Melebarnya defisit neraca perdagangan Inggris dari sebelumnya ÂŖ-1.07B menjadi ÂŖ-4.14B menyeret indeks FTSE 100 turun 0.63% ke level 6,088.05. sementara itu, indeks CAC 40 juga melemah 0.05% ke level 4,635.06 dan DAX berhasil menguat 0.06% ke level 10,598.93.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































