Kiwoom Securities: Pelemahan Rupiah Memberi Tekanan

Kiwoom Securities: Pelemahan Rupiah Memberi Tekanan

Kiwoom Securities - detikFinance
Senin, 14 Des 2015 08:44 WIB
Kiwoom Securities: Pelemahan Rupiah Memberi Tekanan
Jakarta - Negatifnya Dow Jones serta bursa dunia ditambah dengan turunnya Rupiah dapat kembali memberikan tekanan. IHSG bergerak negatif minggu lalu dengan menembus level terendah sebelumnya di tengah berlanjutnya sentimen jual asing yang masih membuka potensi pelemahan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan kembali bergerak di area negatif hari ini.

 

BWPT - Negosiasi penjualan saham

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Eagle High Plantation (BWPT) masih melanjutkan pembahasan transaksi penjualan saham kepada Grup Felda dengan kemungkinan adanya perubahan pada calon pembeli serta kesepakatan harga. Grup Felda akan membeli 37% saham BWPT dan pembeli awal adalah Felda Global Ventures (FGV) akan berganti menjadi anak usaha Grup Felda lainnya, Felda Investment Corp Sdn. Bhd (FIC). FGV kemungkinan akan mengambil porsi saham dalam jumlah kecil dibawah 10% saham BWPT dan sisanya akan diambil oleh FIC. Nilai penjualan kemungkinan dibawah kesepakatan awal US$ 680 Juta.

 

ISSP - Target pendapatan

PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% menjadi Rp 4.6 Triliun pada 2016, dibandingkan tahun ini sebesar Rp 3.8 Triliun. Untuk bisa memnuhi target tersebut perseroan optimis mendapatkan bagian dari proyek- proyek infrastruktur. Salah satunya yakni proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Batang Jawa Tengah, Tanjung Jati, dan Cilacap. Hingga 9M 2015 perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp 2.7 Triliun, naik dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 2.4 Triliun.

 

ITMG - Belanja modal

PT Indo Tambangraya (ITMG) mengalokasikan belanja modal tahun 2016 sebesar US$ 60 Juta. belanja modal dialokasikan untuk berbagai proyek infrastruktur di berbagai mining sites seperti, hauling road improvement, pelabuhan, dan lai lain. Hingga Septemebr 2015, perseroan baru merealisasikan belanja modal sebesar US$ 16.7 Juta dari US$ 64.4 yang dianggarkan sehingga sisa belanja modal dialokasikan sebesar untuk belanja modal tahun depan. Sementara itu, perseroan optimis volume penjualan tahun ini sebesar 28 juta ton bisa tercapai sesuai target.

 

KINO - Rencana ekspansi

PT Kino Indonesia (KINO) akan segera ekspansi dengan membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan asal Jepang. Pembentukan Perusahaan patungan ini masih dalam tahap diskusi dan nantinya perusahaan patungan tersebut akan bergerak di segmen bisnis makanan. Selain itu, KINO juga akan mengakuisisi sebuah perusahaan lokal yang bergerak di segmen personal care dan jamu tradisional. Untuk sumber pendanaan ekspansi, KINO akan menggunakan dana hasil IPO. KINO baru saja memperoleh dana Rp 868.65 Miliar dari aksi penawaran saham perdana.

 

SMBR - Pembangunan pabrik baru

PT Semen Baturaja (SMBR) menjajaki pembangunan pabrik Baturaja III di Jambi pada tahun 2017. Pabrik tersebut diperkirakan berkapasitas sekitar 1.8 juta ton per tahun dengan nilai investasi sebesar US$ 288 Juta. Perseroan akan melanjutkan ekspansi pabrik Baturaja III, setelah pabrik Baturaja II selesai pada 1H 2017. Sebelumnya, perseroan telah membangun pabrik semen Baturaja II yang berkapasitas 1.85 juta ton per tahun di Kabupaten Ogan Komering Ulu (Sumatera Selatan) dengan nilai investasi mencapai Rp 3.32 Triliun. Jika pabrik Baturaja III jadi dibangun, total kapasitas produksi perseroan bisa mencapai 5 juta ton pada 2019.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads