Sementara itu, mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup melemah. Indeks bursa China ditutup melemah 0.61% ke level 3,434.58. Pelemahan tersebut seiring dengan belum pulihnya kondisi perekonomian China yang ditandai dengan turunnya FDI bulan November, dari sebelumnya 8.6% (YoY) menjadi hanya 7,9% (YoY).
Bursa AS masih kembali terkoreksi ditengah memanasnya kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian. Selain itu, semakin tergerusnya harga minyak hingga menyentuh level US$ 35.56 per barel juga ikut menjadi faktor pemberat bursa AS. Indeks Dow Jones turun 1.76% ke level 17,265.21, indeks S&P 500 turun 1.94% ke level 2,012.37, dan Nasdaq melemah terdalam 2.21% ke level 4,933.47. Faktor lain yang mempengaruhi pelemahan bursa AS juga diikuti oleh beberapa data ekonomi AS yang belum menampakkan perbaikan yang signifikan, dimana retail sales MoM AS bulan November hanya bertumbuh 0.2% atau lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar 0.3%.
Tidak jauh berbeda dengan bursa AS, bursa Eropa juga ikut terkoreksi. Indeks FTSE 100 turun 2.22% ke level 5,952.78, CAC 40 melemah 1.84% ke level 4,549.56 dan DAX terkoreksi 2.44% ke level 10,340.06.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































