First Asia Capital: IHSG Cenderung Terkoreksi

First Asia Capital: IHSG Cenderung Terkoreksi

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 14 Des 2015 09:05 WIB
First Asia Capital: IHSG Cenderung Terkoreksi
Jakarta - Tekanan jual kembali mendominasi perdagangan akhir pekan kemarin menyusul meningkatnya resiko capital outflow terimbas sentimen negatif pasar Asia, anjloknya harga minyak mentah, dan rencana kenaikan tingkat bunga Fed Fund Rates Desember ini.

Pasar saham Asia akhir pekan kemarin didominasi tekanan jual di tengah penantian data penjualan ritel dan produksi industri China yang bisa memperburuk outlook perlambatan pertumbuhan ekonomi China dan pelemahan Yuan.

Indeks The MSCI Asia Pacific akhir pekan lalu turun 0,3%. Sedangkan IHSG tutup di 4393,522 terkoreksi 72,688 poin (1,63%). Ini merupakan posisi penutupan terendah IHSG sejak perdagangan 6 Oktober 2015 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekanan jual terutama dipicu pemodal asing yang mencatatkan penjualan bersih hingga Rp334,13 miliar di tengah tipisnya nilai transaksi di Pasar Reguler yang hanya mencapai Rp 3,12 triliun.

Selama sepekan IHSG anjlok 2,55% melanjutkan koreksi pekan sebelumnya 1,14%. Seiring dengan koreksi pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pekan lalu melemah 0,75% di Rp13937.

Sementara bursa global akhir pekan kemarin kembali tertekan. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro terkoreksi 2,04% di 3203,21. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 1,76% dan 1,94% tutup di 17265,21 dan 2012,37.

Sedangkan harga minyak mentah anjlok 3,84% di US$35,35/ barel. Pelaku pasar cenderung menghindari aset beresiko menyusul meningkatnya kekhawatiran anjloknya harga minyak mentah dunia dan antisipasi atas rencana kenaikan bunga menjelang pertemuan The Fed pekan ini. Harga minyak mentah dunia sepekan terakhir anjlok 11,93%.

Menyusul meningkatnya resiko pasar global terutama dipicu anjloknya harga komoditas energi, tekanan jual diperkirakan akan kembali mendominasi perdagangan awal pekan ini. Namun diperkirakan tekanan jual bersifat terbatas menyusul sentimen positif dari data ekonomi China yang keluar akhir pekan lalu.

Produksi industry China November lalu berhasil tumbuh 6,2% (yoy) di atas estimasi 5,7% dan bulan sebelumnya 5,6%. Sedangkan penjualan ritel China November lalu tumbuh sesuai perkiraan yakni 11,2% (yoy). Ini mengindikasikan perekonomian China berkembang moderat. IHSG pada awal pekan ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 4340 hingga 4440 cenderung terkoreksi.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads