First Asia Capital: Harga Minyak Sudah Rebound

First Asia Capital: Harga Minyak Sudah Rebound

First Asia Capital - detikFinance
Selasa, 15 Des 2015 08:22 WIB
First Asia Capital: Harga Minyak Sudah Rebound
Jakarta - Seiring meningkatnya resiko pasar global dan emerging market, IHSG kemarin kembali ditutup di teritori negatif namun berhasil mengurangi koreksi di akhir sesi. IHSG setelah sempat koreksi 48,223 poin di sesi pertama, akhirnya ditutup hanya koreksi 19,331 poin (0,44%) di 4374,191. Sejumlah saham unggulan seperti Astra International Tbk (ASII) dan Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil rebound. Koreksi IHSG masih didominasi aksi jual pemodal asing tercermin dari penjualan bersih asing kemarin mencapai Rp467,19 miliar.

Meningkatnya resiko capital outflow turut menekan rupiah atas dolar AS sejalan dengan pelemahan mata uang emerging market terhadap dolar AS menjelang pertemuan The Fed 15-16 Desember pekan ini. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin berada di Rp14076 (kurs Jisdor) melemah 1% dari akhir pekan lalu di Rp13937. Pelemahan rupiah turut dipicu anjloknya harga obligasi pemerintah Indonesia di tengah kekhawatiran merosotnya harga komoditas, kenaikan tingkat bunga AS, dan kebijakan China melemahkan mata uang Yuan. Yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun kemarin naik 28 bp ke 9%. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak Januari 2014.

Sementara Wall Street tadi malam berhasil rebound setelah akhir pekan lalu drop di atas 1,8%. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,60% dan 0,48% tutup di 17368,50 dan 2021,94. Penguatan terutama ditopang saham energi setelah harga minyak mentah berhasil rebound 1,74% di USD36,24/barel. Namun penguatan masih dibayangi kekhawatiran kenaikan bunga dan perlambatan ekonomi global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi berpeluang rebound terbatas dengan dukungan rendahnya kekhawatiran anjloknya harga komoditas setelah harga minyak rebound tadi malam. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4340 hingga 4410. Saham-saham berbasiskan komoditas berpeluang mengalam technical rebound.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads