OSO Securities: Investor Menanti Data Neraca Perdagangan

OSO Securities: Investor Menanti Data Neraca Perdagangan

OSO Securities - detikFinance
Selasa, 15 Des 2015 08:50 WIB
OSO Securities: Investor Menanti Data Neraca Perdagangan
Jakarta - Indonesia kembali masuk pada zona merah di awal pekan ini. Akhir perdagangan kemarin IHSG ditutup terkoreksi sebesar 0.44% ke level 4,374.19. Semua indeks sektoral nyaris lumpuh, setelah sepekan sebelumnya mayoritas indeks sekotoral berada di zona negatif. Pelemahan terdalam masih dirasakan oleh indeks Basic Industry dan Mining yang turun masing- masing sebesar 1.71% dan 1.13%. Ketidakpastian akan kenaikan fed fund rate membuat rupiah terus terdepresiasi hingga menyentuh level di atas 14,000 per dolar AS, atau tepatnya Rp 14,123 per dolar AS. Kembali melemahnya rupiah tentu membuat kepanikan pelaku pasar semakin tinggi, sehingga beberapa investor lebih memilih untuk wait and see, yang tercermin dari nilai perdagangan di pasar saham kemarin yang rendah yaitu hanya Rp 3,9 Triliun. Selain itu, pelaku pasar asing juga masih melakukan aksi jual, net sell asing tercatat Rp 467.20 miliar.

Sementara itu dari bursa Asia juga tidak jauh berbeda, dimana mayoritas indeks ditutup terkoreksi. Data Ekonomi dari Jepang kemarin yang keluar kemarin seperti Large Manufactures Index pada kuartal 4 yang berhasil di level 12 atau lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar 11, ternyata tidak mampu membawa angin segar pada perdagangan di bursa Jepang kemarin. Indeks Nikkei kembali terkoreksi cukup signifikan sebesar 1.81% ke level Rp 347.06 miliar. Namun, pemandangan yang berbeda jika kita lihat indeks Shanghai yang berhasil menguat signifikan sebesar 2.51% ke level 3,520.67.

Akhir perdagangan semalam, bursa Wall Street berhasil menguat tipis terdorong oleh sentimen kenaikan dari harga minyak AS yang berhasil naik hampir 2%. Belum adanya sentimen positif yang siginfikan dari domestik membuat pergerakan saham di bursa Wall Street masih cenderung terbatas. Indeks Dow Jones naik 0.60% ke level 17,368.50, S&P 500 menguat 0.48% ke level 2,021.94 dan Nasdaq terangkat 0.38% ke level 4,952.53.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Bursa saham Eropa masih di zona negatif ditengah positifnya data industrial production Eropa bulan Oktober yang berhasil tumbuh 0.6% dari sebelumnya berada di -0.3%. . Indeks FTSE 100 terkoreksi 1.32% ke level 5,874.06, DAX turun 1.94% ke level 10,139.34 dan CAC 40 melemah 1.68% ke level 4,473.07. Kejauhan saham bursa Eropa seiring dengan turunnya minyak brent ke level terendah sejak 2008. Minyak Brent turun di bawah US$ 37 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember 2008. Hal tersebut membuat saham energi turun 2.6%. Seadrill, Tullow Oil dan OMV turun 3 sampai 5 persen.Selain itu Saham basic resources juga turun 3,4 persen.

Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat terbatas seiring dengan terdapatnya potensi technical rebound ditengah penantian rilisnya data neraca perdagangan bulan November yang akan dirilis pada hari ini. Secara teknikal, indikator stochastic oscilator sudah berada di area oversold dan berusaha membentuk goldencross, MACD histogram masih negatif, MFI bearish, sementara RSI bullish. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak dikisaran 4313-4421.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads