Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar kemarin juga hanya berhasil terapresiasi tipis yaitu sebesar 0.55% ke level 14,046. Namun, aksi jual pelaku asing sudah mulai mereda. Dimana asing kemarin mencatatkan net sell senilai Rp 30.52 miliar.
Sementara itu, dari bursa Asia mayoritas juga berhasil tercatat menguat tipis. Namun, penguatan tersebut tidak direspon secara merata, dimana bursa China dan Hongkong kemarin tercatat melemah. Pelemahan di bursa China masih dibayang-bayangi dengan pelemahan sejumlah harga komoditas di pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu indeks utama di bursa Eropa juga berhasil naik signifikan, di mana Indeks FTSE 100 menguat 2.45% ke level 6,017.79 seiring dengan rilisnya inflasi Inggris yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar yaitu sebesar 0.1%, indeks CAC 40 melambung ke level 4,614.40 atau naik 3.16%, dan DAX berhasil menguat 3.07% ke level 10,450.38 seiring dengan naiknya indeks sentimen ekonomi dibulan november yang mencapai 16.1 dari sebelumnya 10.4
Kami perkirakan IHSG hari ini akan cenderung melanjutkan penguatan namun masih terbatas. Secara teknikal, candle IHSG membentuk white marubozu. Selain itu, indicator MFI dan RSI sudah mulai bullish, Momentum dan Stochastic Oscillator juga mengkonfirmasi pola goldencross. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4365-4458.
(ang/ang)











































