Nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin hanya mencapai Rp2,5 triliun turun dibandingkan rata-rata harian pekan lalu sebesar Rp3,4 triliun. Penguatan IHSG kemarin turut terimbas penguatan pasar saham emerging market yang dimotori pasar saham China merespon pernyataan otoritas China yang akan mengeluarkan sejumlah kebijakan insentif untuk sektor korporasi China. Faktor China ini mendorong penguatan di harga komoditas logam dan berimbas di Wall Street tadi malam. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street rebound masing-masing menguat 0,72% dan 0,78% di 17251,15 dan 2021,15. Harga minyak mentah di AS tadi malam menguat tipis di USD34,66/barel. Sedangkan di zona Euro, indeks saham Eurostoxx koreksi 1,46% di 3213,01 dipicu anjloknya pasar saham Spanyol merespon perkembangan politik di negara tersebut.
Pada perdagangan hari ini di tengah tipisnya nilai transaksi menyusul libur Natal pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi berpeluang menguat terbatas. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4450 hingga 4520 dengan aksi beli terbatas masih didominasi saham-saham yang sensitif interest rate seperti perbankan, property dan konsumsi.
(ang/ang)











































