Jakarta - Paket kebijakan ekonomi jilid VIII yang rilis 2 hari sebelumnya, mendapat respon positif dari pelaku pasar yang mampu mengangkat pergerakan IHSG dengan naik 0.60% ke level 4,517.57 . Mayoritas indeks sektoral di bursa ditutup menguat dipimpin oleh sektor consumer goods yang berhasil naik cukup signifikan sebesar 2.22%, sementara pelemahan terdalam kemarin dirasakan oleh indeks MISC Industry yang terperosok hingga 2.2%. Optimisme dari dalam negeri juga turut membawa angin segar untuk pergerakan rupiah. Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar kemarin berhasil dicatatkan menguat cukup signifikan dengan terapresiasi 1.00% ke level 13,671. Pelaku pasar asing kemarin masih mendominasi aksi jual, dimana asing mencatatkan net sell senilai Rp 396.40 miliar.
Dari bursa Asia, mayoritas indeks mengalami penguatan dipimpin oleh indeks KLSE yang menguat 0.87% ke level 1,643.26. Penguatan tersebut inline dengan kenaikan komoditas CPO yang berhasil naik 0.79% ke level 2,290. Sementara indeks nikkei masih saja berada dalam zona negatif. Pada penutupan kemarin, indeks nikkei terkoreksi 0.16% ke level 18,886.70.
Indeks utama Bursa Wall Street mayoritas berhasil ditutup menguat seiring dengan harga minyak yang mulai merangkak naik dengan nilai minyak saat ini sudah mulai naik di atas level US$ 35 per barel atau tepatnya menguat 0.72% ke level US$ 36,40 per barel. Selain itu data ekonomi AS yang mulai menunjukkan pertumbuhan pada kuartal III ini juga menjadi salah satu sentimen positif di tengah pelemahan dollar selama tiga hari terahir ini. Pertumbuhan GDP AS kuartal III tumbuh 2% atau berada di atas ekspektasi pelaku pasar yang hanya 1.9%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dari bursa Eropa yang beberapa hari sebelumnya berada di zona negatif, semalam berhasil ditutup mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks FTSE 100 menguat 0.80% ke level 6,083.10, CAC 50 naik tipis 0.05% ke level 4,567.60, sementara DAX terkoreksi 0.09% ke level 10,488.75 di tengah naiknya indeks consumer confidence bulan januari dari sebelumnya berada di posisi 1 naik menjadi 2. Kenaikan mayoritas indeks utama Eropa, salah satu katalis positifnya datang dari kenaikan harga saham perusahaan energi, perusahaan minyak terbesar di Eropa, Royal Dutch Shell Plc berniat menurunkan pengeluaran di tahun ini dan tahun 2016 untuk mengambil alih BG Group Plc di tengah turunnya harga minyak mentah. Hal tersebut memicu kenaikan saham Shell B menjadi 2.9% dan BG menguat 3.3%.
Kami perkirakan hari ini IHSG masih akan melanjutkan penguatan. Secara teknikal, indikator stochastic oscilator masih berada dalam area normal dan bergerak menguat, MFI dan RSI bearish, sementara histogram MACD masih positif. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4471-4535.
(ang/ang)