ADHI - Target kontrak baru
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
INDF - Proses divestasi China Minzhong
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) telah menerima pembayaran senilai US$ 40 Juta dari China Minzhong Holdings Limited (CMZ BVI) terkait rencana penjualan saham China Minzhong Food Corporation Ltd. (CMFC) yang dimiliki INDF. Pembayaran tersebut sesuai dengan kesepakatan jual beli saham pada 14 Oktober lalu yang berlaku hingga Oktober 2016. CMZ BVI berencana melakukan buyback atas 52.94% saham CMFC yang dimiliki INDF senilai total US$ 416.4 Juta. Dengan demikian setelah terealisasi, kepemilikan INDF atas CMFC turun menjadi 29.9% dari sebelumnya 82.9%.
INTP - Belanja modal
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 2 hingga Rp 3 Triliun, lebih rendah dibandingkan alokasi tahun lalu sebesar Rp 4 Triliun. Penurunan alokasi belanja modal dikarenakan saat ini proyek pabrik semen perseroan di Pati masih dalam proses perizinan. Belanja modal dialokasikan untuk kebutuhan operasioanl produksi dan sebagian kecil untuk ekspansi pembangunan pabrik baru. Sumber belanja modal berasal dari kas internal.
SMCB - Proses akuisisi PT Lafarge Indonesia
PT Holcim Indonesia (SMCB) menandatatangi kesepakatan pembelian seluruh saham milik Financiere Lafarge atas PT Lafarge Cement Indonesia pada tanggal 29 Desember 2015. Untuk mendanai transaksi, SMCB akan memperoleh utang dari pemegang saham pengendali, Holderfin BV. Total nilai transaksi akan berada di sekitar 20%-50% dari total ekuitas perusahaan berdasarkan laporan keuangan 30 September 2015. Total ekuitas SMCB per akhir September sebesar Rp 7.93 Triliun sehingga nilai transaksi mencapai antara Rp 1.59 Triliun hingga Rp 3.97 Triliun. Asset PT Lafarge Cement Indonesia adalah PT Semen Andalas Indonesia yang memiliki penjualan 2 juta ton semen per tahun dengan pemasaran produk di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.
SSMS - Divestasi anak usaha
PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) mendivestasikan 100% saham dua anak usahanya, yaitu PT Sawit Mandiri Lestasri (SML) dan PT Ahmad Saleh Perkasa (ASP) dengan total nilai transaksi mencapai Rp 289.5 Miliar. Kepemilikan pada SML dan ASP dialihkan kepada PT Agro Jaya Gemilang dan PT Metro Jaya Lestari dikarenakan perizinan lahan yang tidak kunjung selesai. Selain itu, perseroan akan menggunakan dana sisa dana pinjaman dari Eximbank Indonesia sebesar US$ 20 Juta untuk mengakuisisi perkebunan baru tahun ini.
(ang/ang)











































