Kiwoom Securities: IHSG Kena Tekanan di Awal Tahun

Kiwoom Securities: IHSG Kena Tekanan di Awal Tahun

Kiwoom Securities - detikFinance
Senin, 04 Jan 2016 08:52 WIB
Kiwoom Securities: IHSG Kena Tekanan di Awal Tahun
Jakarta - Negatifnya Dow Jones dan sebagian besar bursa dunia dapat memberikan tekanan di awal perdagangan tahun 2016. IHSG masih melanjutkan penguatan di akhir perdagangan 2015. Namun demikian, resiko profit taking berpotensi menghambat tren kenaikan ini. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif hari ini.

 

ADHI - Target kontrak baru

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Adhi Karya (ADHI) menargetkan kontrak baru mencapai Rp 25.6 Triliun tahun ini. Jumlah tersebut naik 36.8%Yoy daripada target tahun 2015. Lini konstruksi ditargetkan berkontribusi 75% dari total target kontrak baru. Dari sektor engineering, procurement and construction (EPC) ditargetkan sebesar 6.9%, segmen properti 8.6% dan manufacture precast diharapkan berkontribusi 9.4%. ADHI menargetkan proyek Pemerintah berkontribusi 37.2% dari nilai total kontrak baru sementara proyek swasta ditargetkan memberi kontribusi sebesar 37.1% dan proyek dari perusahaan BUMN diperkirakan berkontribusi 25.7%. Manajemen mengalokasikan dana belanja modal 2016 senilai Rp 1.1 Triliun. Dari jumlah tersebut Rp 404.5 MIliar dialokasikan untuk investasi aset tetap sedangkan Rp 750 Miliar dialokasikan untuk penyertaan di beberapa proyek investasi.

 

INDF - Proses divestasi China Minzhong

PT Indofood Sukses Makmur (INDF) telah menerima pembayaran senilai US$ 40 Juta dari China Minzhong Holdings Limited (CMZ BVI) terkait rencana penjualan saham China Minzhong Food Corporation Ltd. (CMFC) yang dimiliki INDF. Pembayaran tersebut sesuai dengan kesepakatan jual beli saham pada 14 Oktober lalu yang berlaku hingga Oktober 2016. CMZ BVI berencana melakukan buyback atas 52.94% saham CMFC yang dimiliki INDF senilai total US$ 416.4 Juta. Dengan demikian setelah terealisasi, kepemilikan INDF atas CMFC turun menjadi 29.9% dari sebelumnya 82.9%.

 

INTP - Belanja modal

PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 2 hingga Rp 3 Triliun, lebih rendah dibandingkan alokasi tahun lalu sebesar Rp 4 Triliun. Penurunan alokasi belanja modal dikarenakan saat ini proyek pabrik semen perseroan di Pati masih dalam proses perizinan. Belanja modal dialokasikan untuk kebutuhan operasioanl produksi dan sebagian kecil untuk ekspansi pembangunan pabrik baru. Sumber belanja modal berasal dari kas internal.

 

SMCB - Proses akuisisi PT Lafarge Indonesia

PT Holcim Indonesia (SMCB) menandatatangi kesepakatan pembelian seluruh saham milik Financiere Lafarge atas PT Lafarge Cement Indonesia pada tanggal 29 Desember 2015. Untuk mendanai transaksi, SMCB akan memperoleh utang dari pemegang saham pengendali, Holderfin BV. Total nilai transaksi akan berada di sekitar 20%-50% dari total ekuitas perusahaan berdasarkan laporan keuangan 30 September 2015. Total ekuitas SMCB per akhir September sebesar Rp 7.93 Triliun sehingga nilai transaksi mencapai antara Rp 1.59 Triliun hingga Rp 3.97 Triliun. Asset PT Lafarge Cement Indonesia adalah PT Semen Andalas Indonesia yang memiliki penjualan 2 juta ton semen per tahun dengan pemasaran produk di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.

 

SSMS - Divestasi anak usaha

PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) mendivestasikan 100% saham dua anak usahanya, yaitu PT Sawit Mandiri Lestasri (SML) dan PT Ahmad Saleh Perkasa (ASP) dengan total nilai transaksi mencapai Rp 289.5 Miliar. Kepemilikan pada SML dan ASP dialihkan kepada PT Agro Jaya Gemilang dan PT Metro Jaya Lestari dikarenakan perizinan lahan yang tidak kunjung selesai. Selain itu, perseroan akan menggunakan dana sisa dana pinjaman dari Eximbank Indonesia sebesar US$ 20 Juta untuk mengakuisisi perkebunan baru tahun ini.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads