First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat

First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat

First Asia Capital - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2016 08:45 WIB
First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat
Jakarta - Perdagangan saham di awal tahun didominasi aksi jual terimbas sentimen negatif kawasan Asia setelah pasar saham China anjlok hingga 7% kemarin. IHSG akhirnya gagal melanjutkan tren penguatannya dan tutup koreksi 67,089 poin (1,5%) di 4525,919. Perdagangan berlangsung dengan volume dan nilai transaksi yang tipis hanya Rp2,8 triliun di Pasar Reguler. Koreksi IHSG kemarin lebih banyak terimbas sentimen negatif pasar saham kawasan Asia setelah data manufaktur China akhir 2015 lalu kembal mengindikasikan kontraksi. Indeks Manufacturing PMI China Desember 2015 lalu di 49,7 di bawah perkiraan sebelumnya 49,9.

Lemahnya aktivitas manufaktur China kembali menekan mata uang China Yuan ke level terendah dalam lima tahun terakhir sehingga berdampak buruk bagi pelemahan mata uang rupiah. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin melemah 0,82% di Rp13943 Pasar juga mengkhawatirkan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah setelah Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Berbagai sentimen negatif tersebut telah memicu aksi ambil untung di pasar saham terutama atas sejumlah saham sektoral yang berbasiskan komoditas. Meningkatnya resiko pasar, dipicu faktor China dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, tadi malam juga berimbas pada perdagangan saham di belahan bumi utara.

Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing anjlok 1,58% dan 1,53% tutup di 17148,94 dan 2012,66. Di zona Euro indeks Eurostoxx anjlok 3,14% di 3164,76. Harga minyak mentah tadi malam di AS melemah 0,38% di USD36,90/barel dan harga emas menguat 1,30% di USD1074/t.oz. Pasar global kembali dikhawatirkan dengan lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi global setelah data aktivitas manufaktur China dan AS yang keluar mengindikasikan terjadinya kontraksi. Indeks ISM Manufacturing PMI AS Desember 2015 lalu turun ke level terendahnya sejak Juni 2009 yakni di 48,2 di bawah estimasi 49,1 dan angka bulan sebelumnya 48,6.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meningkatnya resiko pasar global dan kawasan akan kembali memicu pemodal menghindari aset beresiko. IHSG pada perdagangan hari ini akan kembali didominasi aksi jual di tengah minimnya insentif positif. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4450 hingga 4550 cenderung melanjutkan koreksi.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads