First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

First Asia Capital - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2016 07:08 WIB
Jakarta -

IHSG kembali melanjutkan penguatannya untuk dua hari berturut-turut pada perdagangan kemarin. IHSG tutup di 4608,982 atau menguat 51,160 (1,12%) di tengah pergerakan pasar emerging market yang masih mengalami tekanan menyusul pelemahan yuan China dan ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea, setelah Korea Utara mengumumkan keberhasilannya menguji coba bom hydrogen. Indeks The MSCI Emerging Market kemarin koreksi 1,1%.

Penguatan IHSG kemarin terutama ditopang aksi beli pemodal asing yang tercermin dari pembelian bersih asing mencapai Rp 385 miliar, terutama menyasar sejumlah saham emiten BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur.

Sebelumnya, pasar juga menyambut positif langkah pemerintah yang menurunkan harga sejumlah komponen energi, seperti harga BBM bersubsidi dan tarif listrik yang dinilai bisa mengangkat kembali daya beli masyarakat. Namun penguatan IHSG kemarin berlangsung di tengah meningkatnya risiko pasar global dan kawasan sebagaimana tercermin dari anjloknya bursa saham global tadi malam, dan penurunan kembali harga minyak mentah dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Eurostoxx di kawasan euro kemarin koreksi 1,22% di 3139,32. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam koreksi masing-masing 1,47% dan 1,31% tutup di 16906,51 dan 1990,26. Sedangkan harga minyak mentah kembali anjlok hingga 5,5% ke level terendah baru di US$ 33,99/barel.

Meningkatnya risiko pasar global terutama dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi China setelah kemarin PBoC kembali menurunkan kurs referensi yuan ke level terendah sejak April 2011. Selain faktor China, pasar juga mengkhawatirkan terus melemahnya harga komoditas energi seperti harga minyak mentah dan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur dan Timur Tengah.

Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan rawan aksi ambil untung di tengah meningkatnya risiko pasar saham kawasan dan global. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin kembali melemah di Rp 13.943 seiring pelemahan mata uang emerging market. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.525 hingga 4.620 rawan koreksi.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads