IHSG berhasil bertahan di atas level 4.500 tutup di 4.546,288, atau menguat 15,840 poin (0,35%) di tengah meningkatnya aksi jual pemodal asing yang membukukan penjualan bersih mencapai Rp 696,21 miliar.
Saham sektoral yang menjadi penopang penguatan indeks adalah saham unggulan Astra International Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan sejumlah saham emiten BUMN Karya yang bergerak bullish sepekan kemarin. Namun dilihat sepekan, IHSG tutup koreksi 1% dengan kisaran pergerakan di 4.500 hingga 4.600.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemodal asing cenderung menghindari aset berisiko, seiring meningkatnya risiko pasar saham global yang dipicu faktor China. Sepekan kemarin penjualan bersih asing di pasar saham mencapai Rp 616 miliar. Tekanan pasar sepekan kemarin terutama dipicu meningkatnya kekhawatiran memburuknya perekonomian China, menyusul langkah otoritas China (PBoC) yang terus melemahkan mata uang yuan, dan tren bearish harga minyak yang terus berlangsung hingga anjlok 11% sepekan kemarin di US$ 32,87/barel. Meningkatnya ketegangan geoolitik di sejulah kawasan seperti di Timur Tengah dan Semenanjung Korea turut memperburuk sentimen pasar.
Memasuki perdagangan awal pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih berfluktuasi menyusul kondisi pasar global yang masih diliputi kekhawatiran terhadap China dan harga minyak yang terus anjlok.
Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu kembali anjlok masing-masing 1% tutup di 16.346,45 dan 1.922,03. Sepekan kemarin indeks DJIA dan S&P masing-masing anjlok 6%.
Dengan kondisi pasar eksternal yang kurang kondusif penguatan lanjutan IHSG rawan tertahan aksi ambil untung. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi di kisaran 4.990 hingga 4.580 cenderung koreksi.
IHSG : S1 4490 S2 4470 R1 4580 R2 4620Β
(dnl/dnl)











































