IHSG sempat anjlok 1,72% pada penutupan sesi pertama. Namun kepanikan pasar akibat teror bom tidak berlangsung lama. Langkah Bank Indonesia (BI) yang secara mengejutkan menurunkan tingkat bunga BI Rate 25 bps menjadi 7,25%, berhasil memulihkan pasar, sehingga IHSG ditutup hanya koreksi 23,998 poin (0,53%) di 4513,181.
Aksi beli pemodal atas saham perbankan yang mendapatkan momentum positif, setelah penurunan BI Rate menjadi penopang utama yang menahan koreksi indeks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rally di Wall Street tadi malam terutama ditopang rebound harga minyak mentah yang mengangkat kembali harga saham sektor energi. Harga minyak mentah tadi malam di AS naik 2,2% di US$ 31,15/barel. Di sisi lain, pasar juga merespons positif pernyataan gubernur bank sentral negara bagian St Louis di AS, James Bullard, yang mengindikasikan kenaikan tingkat bunga The Fed ke depan akan lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya, menyusul rendahnya perkiraan inflasi di bawah target 2% karena turunnya harga minyak mentah.
Melanjutkan perdagangan akhir pekan ini, dengan topangan rendahnya risiko pasar global, IHSG diperkirakan berpeluang menguat terbatas. Langkah BI yang melonggarkan likuiditas akan menopang sentimen positif atas saham-saham sektoral yang sensitif interest rate seperti perbankan, otomotif, dan properti.
Sedangkan kenaikan harga minyak mentah menjadi momentum positif rebound saham berbasiskan komoditas. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.490 hingga 4.570 berpeluang menguat.
(dnl/dnl)











































