Dalam seminggu terakhir pergerakan IHSG relatif kuat bertahan dan cenderung melawan bursa global. Namun jika dilihat dari beberapa indikator teknikal dan oscilator, secara umum berada pada posisi netral dan mempunyai kecenderungan menuju ke arah oversold.
IHSG berada pada posisi konsolidasi membentuk pola rectangle yang terbentuk sejak Oktober 2015. Oleh karena itu, pelaku pasar agar berhati-hati dalam mengambil posisi dan transaksi diarahkan kepada transaksi jangka pendek (short term trading).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks bursa AS kembali ditutup turun signfikan dan sudah dua minggu turun berturut-turut. DJIA -2,39%, S&P500 -2,61% dan Nasdaq -2,74%.
Indeks saham di Eropa ditutup turun signifikan. Indeks FTSE100 di Inggris -1,93%, Indeks DAX di Jerman -2,54% dan CAC di Perancis -2,38%. Dari Asia, Indeks Hang Seng di Hong Kong -1,50 % , indeks Nikkei225 di Jepang -0,54 % dan Shanghai -0,52%.
Emas ditutup di US$ 1.088 per troy ounce atau 0,96%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 30,68 per barel atau 0,96%.
(dnl/dnl)











































