Rebound-nya sektor mining terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak dunia yang berhasil menjadi sentimen positif untuk pergerakan komoditas. Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang dinilai masih cukup stabil juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan akhir pekan kemarin, di mana rupiah berhasil terapresiasi sebesar 0,45% ke level 13.845.
Adapun data inflasi di bulan Januari ini hingga pekan ketiga berhasil tercatat 0,75%, atau lebih tinggi jika dibandingkan Januari 2015 yang mengalami deflasi sebesar 0,24%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan harga minyak mentah dunia selama dua hari berturut-turut, langkah-langkah stimulus yang sedang dipertimbangkan oleh zona euro dan Jepang menjadi katalis positif pada perdagangan akhir pekan kemarin. Selain itu rilisnya data manufacturing AS bulan Januari yang berhasil naik menjadi 52,7 dari bulan sebelumnya 51,2 juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan akhir pekan kemarin.
Sementara itu bursa Eropa masih mencatatkan pergerakan positif pada akhir pekan kemarin dengan naik cukup signifikan di tengah masih rendahnya pertumbuhan manufacturing di kawasan zona eropa di bulan Januari. Indeks FTSE 100 menguat 2,19% ke level 5.900,01, indeks DAX menguat 1,99% ke level 9.764,88, dan CAC 40 berhasil terbang 3,10% ke level 4.336,69. Saham-saham berbasis energy dan mining memimpin kenaikan pada akhir pekan kemarin seiring dengan rebound-nya harga minyak dunia yang saat ini sudah kembali level US$ 30 per barel.
Kami perkirakan IHSG hari ini masih akan bergerak menguat. Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi seiring dengan terus berlangsungnya aksi jual oleh pelaku pasar asing, indikator MACD histogram masih negatif, RSI dan stochastic oscilator berusaha untuk naik. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4.420-4.495.
(dnl/dnl)











































