First Asia Capital: IHSG Dibayangi Aksi Ambil Untung

First Asia Capital: IHSG Dibayangi Aksi Ambil Untung

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2016 08:55 WIB
Jakarta - Rendahnya risiko pasar saham global dan kawasan menyusul rebound harga minyak mentah dan pelemahan dolar AS memicu aksi beli pada perdagangan kemarin. IHSG berhasil tutup menguat 69,709 poin (1,5%) di 4.665,817. Ini merupakan posisi tertinggi IHSG sejak perdagangan 8 Oktober 2015 lalu.

Penguatan IHSG sejalan dengan penguatan di pasar saham Emerging Market, tercermin dari The MSCI Emerging Market Index kemarin menguat 2,9% di 742,36. Aksi beli pemodal juga digerakkan sentimen individual terkait rilis laba 2015 sejumlah emiten sektoral perbankan.

Sementara Wall Street tadi malam bergerak fluktuatif dan berhasil menguat terbatas. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,5% dan 0,1% tutup di 16.416,58 dan 1.915,45. Penguatan di Wall Street terutama dipicu sentimen pelemahan dolar AS dalam dua hari terakhir hingga berada di bawah posisi akhir 2015 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai tukar US dolar terhadap euro kemarin melemah 0,8% di US$ 1,1190/euro dan terhadap yen Jepang melemah 0,6% di 117,14 yen/US dolar. Pelemahan dolar mengangkat harga komoditas tambang logam dan memicu aksi beli atas saham sektor material. Pelemahan dolar juga menguntungkan perusahan mutinasional AS. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam di AS terkoreksi 1,5% di US$ 31,81/barel.

Pada perdagangan akhir pekan ini, peluang penguatan lanjutan IHSG diperkirakan akan terbatas dibayangi aksi ambil untung pemodal. Dari domestik pasar akan digerakkan dengan data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan keluar akhir pekan ini yang diperkirakan mencapai 4,74% sepanjang 2015 lalu. Sejumlah isu individual terkait rilis laba 2015 sejumlah emiten perbankan juga turut memicu pergerakan indeks. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.620 hingga 4.710 berpeluang menguat terbatas.

S1 4650 S2 4620 R1 4690 R2 4710

Saham Pilihan

  • ASII 6200-6500 TB, SL 5950
  • AALI 16900-17400 TB, SL 16700
  • BMRI 9550-9800 TB, SL 9500
  • BBCA 13050-13400 TB, SL 12900
  • KLBF 1320-1380 TB, SL 1280
  • PWON 435-460 Buy, SL 430
  • SRIL 255-275 Buy, SL 240
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads