Aksi beli terutama melanda saham-saham yang sensitif interest-rate seperti perbankan. IHSG ditutup menguat tajam 2,85% atau 133,129 poin di 4.798,946. Ini merupakan posisi penutupan tertinggi sejak perdagangan 7 Agustus 2015.
Nilai transaksi di Pasar Reguler mencapai Rp 7,75 triliun, tertinggi sejak perdagangan 30 November 2015 lalu. Pemodal asing terlihat kembali memburu saham-saham sektoral unggulan tercermin dari pembelian bersih asing yang mencapai Rp 2,3 triliun akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari eksternal sentimen positif muncul dari redahnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga FFR setelah data ekonomi AS yang keluar kurang menggembirakan. Ini memicu pelemahan dolar AS atas sejumlah mata uang emerging market.
Kebijakan stimulus lanjutan yang diambil sejumlah bank sentral utama dunia juga turut memicu masuknya kembali aliran dana asing ke pasar emerging market. Dari domestik, pasar kembali optimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia tahun ini yang diperkirakan bisa tumbuh di kisaran 5% hingga 5,3%, melihat tren pertumbuhan ekonomi kuartalan yang meningkat.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak konsolidasi setelah menguat signifikan akhir pekan lalu. Penguatan lanjutan IHSG akan dibayangi aksi ambil untung jangka pendek terutama terhadap sejumlah saham sektoral yang sudah memasuki area overbought. Sementara pasar saham global tadi malam kembali ditandai dengan koreksi di Wall Street dan kawasan zona euro dan koreksi kembali harga minyak mentah hingga 3,9% di US$ 29,69/barel.
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.750 hingga 4.810 rawan koreksi.
S1 4750 S2 4710 R1 4810 R2 4850
Saham Pilihan
- ASII 6500-6900 SoS, SL 6350
- BMRI 10250-10600 SoS, SL 9800
- MNCN 1400-1580 TB, SL 1350
- SCMA 2860-3150 TB, SL 2750
- SMGR 10775-11000 TB, SL 10675
- CTRA 1270-1340 TB, SL 1230
- GIAA 395-417 TB, SL 385











































