First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound

First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound

First Asia Capital - detikFinance
Rabu, 10 Feb 2016 09:06 WIB
Jakarta - Aksi ambil untung mendominasi perdagangan saham kemarin menyusul memburuknya kondisi pasar saham global dan harga sejumlah saham unggulan yang relatif tinggi.

IHSG kemarin tutup koreksi 30,321 poin (0,632%) di 4.768,625. Koreksi IHSG terutama akibat aksi ambil untung di saham perbankan dan saham infrastruktur setelah harganya menguat signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu.

Meningkatnya risiko pasar saham global dan kawasan terutama dipicu anjloknya harga minyak mentah dan kekhawatiran memburuknya perkembangan ekonomi global di tengah ancaman kenaikan tingkat bunga Fed Funds Rates di masa mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun optimisme pasar atas prospek pertumbuhan ekonomi domestik tahun ini dan pergerakan rupiah atas dolar AS yang relatif stabil, membuat koreksi yang terjadi sifatnya terbatas.

Sementara pasar saham Wall Street tadi malam bergerak fluktuatif mencoba keluar dari tekanan jual. Indeks DJIA dan S&P tutup koreksi tipis 0,08% dan 0,07% di 16.014,38 dan 1.852,21. Harga minyak mentah tadi malam di AS kembali anjlok 4,45% di US$ 28,37/barel menyusul data American Petroleum Institute (API) yang mencatat kenaikan cadangan minyak mentah negara tersebut pekan lalu hingga 2,4 juta barel mencapai 503,4 juta barel.

Kondisi pasar saham global yang masih berisiko menyusul memburuknya outlook perekonomian global, sementara di sisi lain adanya optimisme atas prospek perekonomian domestik tahun ini, akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi berpeluang rebound terbatas. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.750 hingga 4.810.

S1 4750 S2 4710 R1 4810 R2 4850

Saham Pilihan

  • ASII 6550-6900 SoS, SL 6350
  • BBCA 13000-13500 BoW, SL 12900
  • BBTN 1380-1450 TB, SL 1360
  • PGAS 2420-2525 TB, SL 2400
  • PPRO 184-195 Buy, SL 180
  • RALS 620-655 TB, SL 600
  • WIKA 2600-2700 BoW, SL 2500
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads